Gafatar masuk Pemkab Ponorogo, Polres Ambil Langkah Cepat

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Kabar telah masuknya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo membuat Polisi mengambil langkah cepat.
Wakapolres Ponorogo, Kompol Harnoto langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan pemetaan adanya perkembangan organisasi terlarang tersebut di Ponorogo.
Harnoto mengakui, pihaknya baru mengetahui gerakan Gafatar di Ponorogo jutsru dari awak media.
Untuk itu pihaknya segera mengambil sikap. Apalagi isu nasional tentang organisasi terlarang itu, yang merekrut orang-orang untuk bergabung dalam organisasi tersebut.
“Terkait dengan Gafatar, kalau kita ikuti media, tapi kita dalam upaya preventif. Edukasi, pada masyarakat, untuk itu betul-betul memberdayaan Babinkamtimbas kita. Koordinasi dengan tiga tokoh yakni tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemerintahan. Hal itu untuk mengantisipasi dalam (penyebaran) organisasi itu. Apalagi kelompok ini cita-cita untuk dirikan negara tertentu,” ujar Harnoto kepada LICOM, Selasa (12/01/2015).
Untuk memantau sepak terjang organisasi tersebut, Polres Ponorogo merapatkan barisan. Mengingat perkembangan secara nasional, organisasi yang sudah dilarang pemerintah melalui ditjen kesbangpol kementrian dalam negeri nomor 220/3657/D/III/2012 tanggal 20 November 2012.
Organisasi bentukan Ahmad Musadeq ini dilarang lantaran menyebutkan bahwa sholat dan puasa Ramadhan adalah tidak wajib.
“Kita terus lakukan pemantauan, karena perkembangan nasional seperti itu. Kita preventif, jaga-jaga. Kita lakukan deteksi dan juga himbauan kepada masyarakat agar berikan infomasi kepada kami untuk tindak lanjuti. Saat ini masih kita dalami akan kita maping sejauh mana, informasi yang ada kita tindak lanjuti. Kita akan tunggu teman-teman untuk pulbaket, untuk langsung sikap kita adanya perkembangan lintas kepolisian, seperti Kamtibmas Ponorogo,” tegas Harnoto.
Diketahui, Gafatar ternyata pernah mendatangi 14 SKPD di Kabupaten Ponorogo, sekitar bulan Juni 2015 lalu.
Salah satu instansi yang didatangi adalah Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
DPD Gafatar Jatim mendatangi Dinas PU pada 15 Juni 2015. Bahkan sempat, Plt Kepala DPU Jamus Kunto, sempat berfoto dengan dua anggota Gafatar yang mengenakan seragam hitam bergaris oranye.
Dalam foto itu nampak Jamus menerima sebuah buletin dari Gafatar. Dalam status akun tersebut tertulis, “Tak kenal maka tak sayang, Sebagai wujud mengenalkan diri dan menjalin kerjasama.”
Dikonfirmasi para awak media, Selasa(12/01/2016), PLt Kepala Dinas PU Kabupaten Ponorogo Jamus Kunto membenarkannya.
Menurut Jamus Kunto, pihaknya didatangi dua orang dari Gafatar yang menawarkan buletin dan ajakan dalam kegiatan sosial. Namun ajakan itu tidak ditanggapi oleh Jamus. Dua pria yang bertamu antara 10-15 menit itu, kata Jamus menawarkan kerjasama sosial seperti donor darah dan lainnya.
“Mereka minta tolong sebagai salah satu pusat orangisasi untuk ketemu, dan katanya juga dinas lain sudah. Saya ndak sempat membaca buletinnya. Mereka juga menawarkan program. Dia hanya menyampaikan sosial masyarakat, seperti donor darah. Secara surat tidak ada, ya sekedar mengenalkan,” ucap Jamus saat ditemui LICOM di kantornya, Selasa (12/01/2016).
Jamus tidak mengkhawatirkan ada rekrutemen kelompok tersebut kepada anak buahnya. Karena diakui pembinaan kepada staf selalu dilakukan setidaknya dalam 1 bulan sekali.
“Kekhawatiran seperti teman staf tidak ada. Karena kita selalu kontrol kepada staf setiap saat satu bulan sekali. Mereka tamu itu, hanya bilang sudah bertamu ke instansi lain,” kata Jamus.
Sebagaimana diketahui, Gafatar diduga merupakan kelompok ormas yang diduga beraliran sesat yang sebelumnya bernama Al Qiyadah Al Islamiyah. Aliran tersebut mengakui Ahmad Musaddeq sebagai nabi pembawa wahyu.
Aliran sesat ini juga punya nama lain Milah Abraham. Organisasi tersebut kini telah bermetamorfosa menjadi Negara Karunia Allah (NKA).@arso (www.lensaindonesia.com)

Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: