Polisi Ponorogo Mencium Indikasi Kejahatan Terorganisir

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Upaya pengembangan dan pengungkapan dugaan kasus penipuan dan penggelapan terhadap 314 kendaraan bermotor, Satreskrim Polres Ponorogo mencium ada indikasi terjadinya kejahatan terorganisir. “Dengan banyaknya barang yang ada, dan dengan adanya satu bukti yang ditemukan hasil kejahatan, ini yang masih dalami. Patut diduga adanya indikasi sebuah tindak kejahatan yang tersetruktur dalam kasus ini,” ucap Kasatresrkrim Polres Ponorogo AKP Hasran  Kamis (14/1/2016).

Kasatreskrim menyebut, dari kasus ini tidak menutup kemungkinan adanya bagian-bagian atau tim dengan tugas masing-masing yang saat ini masih didalami yaitu diantaranya siapa yang menjadi pemetik, pengepul, penampung dan pengendali.
Sementara itu dengan banyaknya barang bukti yang ditemukan di gudang milik tersangka tersebut, penyidik juga fokus untuk mendalami dan berusaha mengungkap adanya tim yang bertugas khusus untuk membuat dokumen palsu. “Tidak menutup kemungkinan dari kasus ini adanya tim yang bertugas untuk membuat dokumen,”terang AKP Hasran.

Untuk itu, Satreskrim Polres Ponorogo meminta kepada masyrakat dan para korban untuk menunggu perkembangan penyidikan yang dilakukan tim Satreskrim Polres Ponorogo. Sehingga hasil yang di informasikan kepada masyrakat lebih jelas, detail dan akurat.

Seperti diberitakan sebelumnya Polres Ponorogo berhasil mengungkap ratusan kendaraan hasil penadahan yang disimpan disejumlah gudang di wilayah Magetan. Peyimpanan 314 kendaraan bermotor itu, berupa roda dua maupun roda empat dan sejumlah truk.

Pengungkapan kasus ini dilakukan dalam dua tahap masing-masing:
Dihari pertama penggeledehan, polisi berhasil menemukan 168 unit kendaraan roda dua, 56 kendaraan roda empat dan 8 kendaraan roda enam (truk).

Penyidik secara keseluruhan berhasil mengamankan barang bukti yang disimpanan digudang yang berada di Jl Krakatau Maospati, Kabuparen Madiun yaitu 189 unit kendaraan roda dua, 2 unit kendaraan motor barang (R3), 2 unit kendaraan penumpang (R4), dan 4 unit mobil truk (R6).

Digudang yang berada di Desa Palem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan ditemukan 23 unit mobil penumpang (R4) dan 7 unit mobil truk(R6), di gudang di Jl Agung Maospati, Kabupaten Magetan ditemukan 55 unit sepeda motor (R2), 21 unit mobil penumpang(R4), dan 4 unit mobil truk (R6).

Kemudian pada hari berikutnya polisi kembali menemukan di gudang lainnya yang ditemukan saat melakukan cek fisik kendaraan yaitu yang berada di rumah MRS yang berada di Desa Mranggen, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan juga ditemukan 4 unit sepeda motor(R2) dan 3 unit mobil penumpang (R4).

Dengan ditemukanya tambahan barang bukti kendaraan bermotor dan gudang penyimpanan tersebut total jumlah barang bukti kendaraan bermotor menjadi 314 buah.(surabayaonline.co)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: