AE 1 SP Membawa Pakaian Dinas , Rombongan Ipong Naik Kereta

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com , Ponorogo - Ribet. Begitulah suasana persiapan bupati terpilih Ipong Muchlissoni menuju pringgitan. Bagian umum Pemkab Ponorogo kembali memeriksa segala ubo rampe Ipong hingga H-1 pelantikan. Tak terkecuali mobil dinas bupati yang mulai terlihat di posko pemenangan Ipong, kemarin (15/2).

Eit nanti dulu, mobil AE 1 SP tersebut bukan mengantar Ipong mengikuti pelantikan di gedung negara Grahadi, Surabaya. Namun, hanya membawa pakaian dinas upacara besar (PDUB) dan baju batik Ipong beserta istri. Rombongan Ipong bakal bertolak menggunakan kereta api. ‘’Kalau bajunya ikut naik kereta harus dilipat. Kasihan nanti tidak rapi,’’ kata Kepala Bagian Umum Pemkab Ponorogo Soepriadi, kemarin.
AE 1 SP Mobil dinas bupati Ponorogo. Foto : Radar Madiun

Ipong belum diperkenankan memakai mobil Toyota Camry buatan 2012 itu lantaran belum resmi menjadi bupati minimal hingga kemarin. Namun, pengusaha sukses di Samarinda itu bakal memakai mobil orang nomor satu di Ponorogo itu selama operasional di Surabaya hingga pulang menuju pringgitan.

 Ipong dijadwalkan berangkat hari ini sekitar pukul 05.00 menggunakan kereta. Dia sudah harus sampai di Surabaya sebelum jam 09.00 guna mengikuti gladi resik. ‘’Ada perubahan jadwal gladi resik. Yang sebelumnya jam 15.00 maju menjadi jam 09.00,’’ terangnya. Soepriadi mengaku segala persiapan sudah beres. Bupati terpilih bakal langsung menuju gedung negara Grahadi begitu sampai. Ipong beserta rombongan dan bupati terpilih lain lantas mengikuti jamuan makan siang bersama Pakde Karwo selepas gladi resik. Rombongan baru beristirahat setelahnya.

Soepriadi menambahkan, Ipong mendapat jatah kloter kedua. Yakni, sekitar pukul 13.00. Rombongan lantas kembali ke hotel untuk bersiap mengikuti pengarahan dari mendagri malam harinya. ‘’Kamis paginya mengikuti pelantikan ibu-ibu PKK,’’ jelasnya sembari menyebut langsung kembali ke Ponorogo sesudah itu. Ipong beserta rombongan direncanakan langsung menuju pringgitan.

Rombongan diperkirakan tiba sekitar pukul 15.00. Soepriadi menambahkan, bakal ada selamatan tumpeng di pringgitan menyambut bupati. Acara hanya diikuti intern SKPD. Malamnya, syukuran yang bakal dihadiri sekitar 200 tamu undangan. Krisdayanti, Reza Artamevia, dan Ivan Seventeen bakal mengisi acara ramah tamah tersebut.

Masyarakat juga bakal dihibur penampilan dangdut New Palapa dan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Entus Susmono hari berikutnya di Alun-alun. ‘’Acara berkelanjutan selama tiga hari setelah tiba dari Surabaya,’’ paparnya.

Sementara itu, Ipong mengaku kecewa tidak dapat mengajak kolega terdekatnya mengikuti pelantikan. Pasalnya, jatah masuk ke gedung negara Grahadi, Surabaya hanya dibatasi tiga orang. Tiket hanya cukup untuk ketiga anaknya. Padahal, dia berencana mengajak orang tua, ketua masing-masing partai pengusung, dan sejumlah kolega terdekat serta awak media.

Ipong berencana membuat film dokumenter kisah perjalannya mulai kali pertama di Ponorogo hingga akhirnya menjadi bupati. Film bakal diputar sebelum gelaran dangdut dan wayang kulit. ‘’Saya kira doa mereka untuk saya khususnya dan masyarakat Ponorogo sudah cukup mewakili kehadiran bagi saya,’’ paparnya.

Semua Rangkaian Habiskan Rp 134 Juta HARI INI pejabat Ponorogo yang masuk list 24 undangan pelantikan di gedung negara Grahadi Surabaya bakal berangkat. Mereka akan mendampingi bupati dan wakil bupati terpilih Ipong Muchlissoni-Soedjarno dilantik. Rombongan terdiri dari sekda, asisten pemerintahan, kabag administrasi pemerintahan, kabag humas dan protokol, kabag umum, dan pimpinan DPRD. Plt

Asisten Pemerintahan Pemkab Ponorogo Endang Retno Wulandari menjelaskan, banyak agenda yang akan diikuti rombongan pejabat selama di Surabaya. Mulai gladi resik pelantikan, serah terima jabatan, hingga pengarahan dari mendagri. ‘’Kamis rombongan sudah balik ke Ponorogo. Jumat (19/2) pagi Pak Bupati sudah menggelar senam pagi bersama forpimda,’’ ungkapnya. Pemkab Ponorogo juga sudah menyediakan dana sekitar Rp 134 juta untuk semua proses pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. Dana itu digunakan untuk membiayai beragam aktivitas di Surabaya maupun membeli seragam bagi kepala daerah. ‘’Dalam daftar anggarannya, disbut belanja pakaian dinas dan atribut, dana itu juga digunakan untuk makan dan minuman,’’ terang Suko Kartono, kabag administrasi pemerintahan.

Menurut Suko, dana itu juga digunakan untuk sewa terop di sekitar pendapa. Pasalnya, sesuai jadwal pada 18 Februari, sore hari, bupati Ipong Muchlissoni dan wakil bupati Soedjarno akan masuk pringgitan dan menggelar selamatan sederhana. ‘’Dana itu juga dipakai untuk publikasi berupa baliho serta dekorasi.

Sedangkan untuk pegelaran dan hiburan, bukan tugas saya,’’ teranganya. Pj Bupati Ponorogo Maskur juga tidak kalah sibuk. Dia menyempatkan memeriksa kesiapan terakhir dalam proses pelantikan nanti. Pejabat asal Tuban itu memastikan seluruh kegiatan pelantikan sudah ditangani apik. ‘’Persiapan sudah selesai, tinggal pelaksanaan,’’ katanya.

Polisi Siagakan Ratusan Personel RENCANA bupati terpilih Ipong Muchlissoni menggelar hiburan rakyat dangdut OM New Palapa di Alun-alun Jumat (26/2) mendatang membuat kepolisian setempat galau. Pasalnya, acara rangkaian syukuran pelantikan bupati terpilih Ponorogo tersebut dijadwalkan berlangsung malam. Padahal, hiburan musik dangdut berpotensi terjadi gesekan antar penonton.

Pihak kepolisian berupaya memindahkan jadwal pagelaran musik tersebut start lebih awal. ‘’Kami masih melakukan negosiasi terhadap pihak Pak Ipong dan grup musik,’’ kata Kabag Ops Polres Ponorogo Kompol Eko Condro Wasisto, kemarin (15/2). Sebab, pihak Ipong menghendaki pagelaran musik dimulai pukul 19.00. Itu atas pertimbangan kenyamanan penikmat musik dangdut. Sebaliknya, kepolisian mengimbau acara dimulai siang sekitar pukul 13.00 atas pertimbangan keamanan. Petugas bakal lebih mudah mengendalikan massa yang diperkirakan hingga 15 ribu penonton itu saat siang.

Namun, petugas bakal bekerja ekstra jika acara berlangsung malam. ‘’Keamanan tetap menjadi perhatian utama kami dibanding sekadar kepuasaan pengunjung,’’ tegasnya. Pihaknya bakal melibatkan kekuatan maksimal saat pesta rakyat tersebut. Yakni, 500 personel dari polri dan 190 dari Kodim 0802 Ponorogo. Kekuatan pengamanan juga bakal ditambah dari Denpom, Dishub dan Satpol PP.

Eko menambahkan, kendaraan baraccuda dan pengendali massa (dalmas) juga bakal disiagakan. Hal itu sebagai langkah antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. ‘’Karena gelaran pilkada pasti ada pihak yang kalah dan menang. Prinsipnya kami mengantisipasi itu,’’ paparnya. Eko menambahkan, jumlah personel di acara ramah tamah, istighotsah dan pagelaran wayang kulit bervariasi antara 200-300 anggota.

Sebab, acara ramah tamah dan doa bersama bersifat intern masyarakat yang datang sesuai dengan undangan. Pihaknya lebih banyak berjaga di jalan depan pendapa. Jalan bakal diblokir sebagai kantong parkir. Hal senada juga saat pagelaran wayang kulit meski diprediksi tidak sepadat kegiatan musik dangdut. ‘’Saat pelantikan Rabu besok, kami siagakan 113 personel di polres dan belasan lain melekat ke Surabaya,’’ pungkasnya sembari menyebut petugas juga bakal patroli mobile mengantisipasi pengerahan massa. (agi/aan/irw/Radar Madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: