Ada Apa Dengan Bumi Ponorogo ?? ...CITY OF REOG

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com , Ponorogo - Ponorogo berasal dari dua kata yaitu pramana dan raga. Pramana berarti daya kekuatan, rahasia hidup, sedangkan raga berarti badan, jasmani. Kedua kata tersebut dapat ditafsirkan bahwa di balik badan manusia tersimpan suatu rahasia hidup (wadi) berupa olah batin yang mantap dan mapan berkaitan dengan pengendalian sifat-sifat amarah, aluwamah / lawamah, shufiah dan muthmainah. Manusia yang memiliki kemampuan olah batin yang mantap dan mapan akan menempatkan diri di manapun dan kapanpun berada. Namun ada pula yang menyebutkan bahwa pono berarti melihat dan rogo berarti badan, raga, atau diri. Sehingga arti Ponorogo adalah "melihat diri sendiri" atau dalam kata lain disebut "mawas diri".

Kabupaten Ponorogo mempunyai luas wilayah 1.371,78 km² dengan ketinggian antara 92 sampai dengan 2.563 meter di atas permukaan laut yang dibagi menjadi 2 sub-area, yaitu area dataran tinggi yang meliputi kecamatan Ngrayun, Sooko,Pulung, dan Ngebel sisanya merupakan area dataran rendah. Sungai yang melewati ada 14 sungai dengan panjang antara 4 sampai dengan 58 Km sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian dengan produksi padi maupun hortikultura. Sebagian besar dari luas yang ada terdiri dari area kehutanan dan lahan sawah sedang sisanya digunakan untuk tegal pekarangan Kabupaten Ponorogo mempunyai dua musim yaitu penghujan dan kemarau.
Peta Wisata Ponorogo

Asal-usul nama Ponorogo bermula dari kesepakatan dalam musyawarah bersama Raden Bathoro Katong, Kyai Mirah, Selo Aji dan Joyodipo pada hari Jum'at saat bulan purnama, bertempat di tanah lapang dekat sebuah gumuk (wilayah katongan sekarang). Dalam musyawarah tersebut disepakati bahwa kota yang akan didirikan dinamakan Pramana Raga yang akhirnya berubah menjadi Ponorogo.
Ponorogo merupakan salah satu kabupaten yang terletak di sebelah barat dari Propinsi Jawa Timur. Ponorogo dikenal sebagai Kota Reyog karena di kota inilah kesenian tersebut lahir. Reyog sudah mendunia dan menjadi ikon serta potensi wisata budaya bagi Ponorogo. Kota yang mendapat julukan Tanah Wengker ini selain mempunyai daya tarik wisata budaya juga menyimpan pesona wisata yang lain yang mungkin ada sebagian dari kita belum mengenalnya. Berikut pesona wisata Ponorogo :
Reyog Ponorogo

Wilayah Ponorogo Timur adalah bagian dari Kabupaten Ponorogo yang berada di sebelah timur dari pusat pemerintahan kabupaten. Ponorogo Timur meliputi Kecamatan Ngebel, Kecamatan Pulung, Kecamatan Sooko serta Kecamatan Pudak. Ke empat kecamatan tersebut berada di lereng Gunung Wilis bagian selatan. Keempat kecamatan ini memiliki potensi wisata yang menarik dan layak untuk dikunjungi. Berikut ini potensi wisata yang berada di Ponorogo bagian timur.



Telaga Ngebel

Telaga Ngebel

Telaga Ngebel sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang, telaga yang berada di Kecamatan Ngebel ini menyuguhkan pemandangan telaga yang masih alami. Telaga ini berada kurang lebih 30 km dari arah kota. Setiap tanggal 1 Muharram di telaga ini diselenggarakan Larung Risalah Doa sebagai bagian dari peringatan Grebeg Suro.


Air Terjun Pletuk

Air Terjun Pletuk
Air Terjun Pletuk adalah air terjun dengan ketinggian kurang lebih 30 meter yang berda di Dusun Kranggan, Desa Jurug, Kecamatan Sooko. Deburan air yang jatuh menghasilkan buih-buih yang sejuk ditambah pemandangan sekitar air terjun yang hijau membuat pengunjung betah berlama-lama ditempat ini.

3. Tanah Goyang


Tanah Goyang adalah sebuah tanah yang lapang yang berada di tengah hutan pinus di Lereng Gunung Wilis, tepatnya berada di Kecamatan Pudak. Dinamakan Tanah Goyang karena jika kita kita menginjak tanah tersebut akan bergerak dan bergoyang.

4. Coban Lawe




Coban adalah sebutan dari air terjun. Coban Lawe adalah air terjun yang berada di Kecamatan Pudak tepatnya berada di Desa Krisik. Coban Lawe berada di tengah hutan yang masih alami dan belum banyak dikunjungi. Air Coban Lawe berasal dari lereng Gunung Wilis dan sangat jernih. Ada beberapa air terjun di sekitar Coban Lawe namun belum tersentuh.



Air terjun ini berada di Kecamatan Ngebel kurang lebih 5 km dari telaga, tepatnya berada di Dusun Toyomerto Desa Pupus. Air terjun ini juga dikenal dengan nama Air Terjun Selorejo. Air terjun ini terdiri dari 2 tingkat air dalam satu aliran yang jatuh dari tebing batu. Masing-masing tingkatan memiliki ketinggian 25 hingga 30 meter.



Selain wisata air, potensi wisata di Ponorogo bagian timur adalah gunung. Gunung Bedes merupakan potensi wisata tersebut. Gunung / bukit Bedes berada di Dusun Buyut Desa Ngadirojo Kecamatan Sooko ini layak dikunjungi karena dari puncaknya kita bisa menikmati alam Ponorogo dari ketinggian. Dari puncaknya juga kita bisa mengabadikan momen melalui kamera dengan spot yang menantang dan view Gunung Bayangkaki.

7. Pemandian Air Panas


Pemandian air panas ini berada di aliran sungai Dusun Pucuk Desa Wagir Lor Kecamatan Ngebel. Pemandian air panas ini berada di sebelah selatan Telaga Ngebel, sekitar 3 km dari telaga. Air panas ini dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.

8. Kali Keyang

Kali Keyang adalah sebutan dari sungai yang mengalir dari lereng Gunung Wilis melalui Kecamatan Sooko hingga Sungai Madiun. Di aliran sungai ini bisa dijadikan spot memancing alami dengan didukung pemandangan alam sekitar sungai yang indah. Di aliran sungai ini juga nantinya akan di bangun Waduk Bendo yang berada di bawah Gunung Bayangkaki.

9. Goa Maria Fatima


Selain potensi wisata alam, Ponorogo bagian timur juga mempunyai potensi wisata religi. Potensi tersebut antara lain Goa Maria Fatima. Goa Maria Fatima berada di Desa Klepu Kecamatan Sooko merupakan tempat peribadatan umat Katolik. Tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh peziarah dari Ponorogo dan luar Ponorogo bahkan dari luar Jawa Timur. Letaknya yang berada dilereng pegunungan dan dibawah hutan pinus membuat tempat ini sangat nyaman untuk dikunjungi. Sehingga peziarah yang datang ketempat ini merasa betah karena kesejukannya. Di tempat ini juga terdapat sendang (sumber mata air) yang benama Sendang Waluya Jatiningsih.

10. Makam Tumenggung Jayengrana



Tahun 1745 Jayengrono diberi jabatan bupati dan mendapat gelar Tumenggung. Bupati Ponorogo Raden Surobroto lalu mempersilahkan Tumenggung Jayengrono memilih sendiri tempatnya yang baru. Tempat baru tersebut dinamakan Kabupaten Pedaten. Kabupaten Pedanten berpusat di Desa Patihan Kidul dengan wilayah utara dibatasi Jeruksing ke timur hingga Pulung,selatan Mlarak ke timur hingga Pulung. Tumenggung Jayengrana meninggal pada tahun 1780. Beliau di makamkan di Desa Pulung Merdiko Kecamatan Pulung.

KULINER...KULINER KHAS PONOROGO

Pernahkah anda ke ponorogo? nah jika belum silahkan nerkunjung ke kota reog, Ponorogo sendiri merupakan sebuah daerah di provinsi Jawa Timur, yang merupakan sebuah daerah yang dikenal dengan julukan Kota Reog atau Bumi Reog karena ponorogo ini merupakan daerah asal dari kesenian Reog. selain itu ponorogo juga di kenal sebagai Kota Santri karena memiliki banyak pondok pesantren, salah satu yang terkenal adalah Pondok Modern Darussalam Gontor yang terletak di desa Gontor, kecamatan Mlarak.
Selain itu ponorogo juga menyimpan banyak makanan khas yang harus anda cicipi jika anda berkunjung ke ponorogo, makanan khas ponorogo diantaranya ada sate khas pono rogo, utri dan lainlain, makanan khas ini merupakan masakan yang sangat lezat juga mempunyai ciri khas unik sekali, penasaran dengan makanan khas ponorogo, nah berikut adalah beberapa makanan khas ponorogo :



Sate khas ponorogo ini adalah selayaknya sate pada umumnya, namun yang menjadikan khas sate ponorogo ini adalah pada cara memotong dagingnya. pemotongan daging sate khas ponorogo ini dengan disayat tipis panjang menyerupai fillet, maka sate ini lebih empuk, juga lemak pada dagingnya pun bisa disisihkan. dengan Ukuran sate Ponorogo yang relatif lebih besar dengan irisan memanjang. sehingga satu tusuk sate Khas Ponorogo hanya berisi satu atau dua potong daging. Sate khas ponorogo ini dalam pembumbuanya melalui proses perendaman bumbu (dibacem) agar bumbu meresap ke dalam daging. dan alirnya menciptakan rasa yang khas dan nikmat.



Mendengar kata pecel bagi anda orang jawatimur pastinya sudah tak asing lagi, kali ini pecel khas ponorogo yang mempunyai ciri khas tersebdiri, bebeda dengan pecel khas kediri, pecel khas nganjuk , pecel khas ponorogo ini yang menjadikan beda pada bumbu kacangnya kental dan pedas serta mempunyai unsur rasa sangat khas dengan aroma yang kuat. Sayur-sayurannya lengkap, tauge yang digunakan bukan berasal dari kacang hijau namun dari kedelai. Umumnya dilengkapi dengan petai cina (lamtoro) dan mentimun yang diiris kecil-kecil. untuk lauknya Pecel Ponorogo ini dilengkapi dengan rempeyek atau tempe goreng. terakhir penyajianya dengan nasi kemudian sayur dan disiram sambal, diberi sayur dan sambal lagi, selanjutnya lalapan kemudian tempe goreng atau rempeyek

3. Dawet Jabung Khas Ponorogo


Dawet jabung ini merupakan cendol yang terbuat dari tepung aren dan tanpa bahan pewarna, sehingga menghasilkan warnanya alami. untuk kuahnya dawetnya terdiri dari santan kelapa muda yang ditambah dengan gula aren dan sedikit garam. biasanya ditambahkan tape ketan juga irisan buah nangka. penyajianya di sajikan dalam mangkok kecil dan ditambah dengan es batu. Dinamakan dawet Jabung, karena asal dari dawet ini berasal dari desa Jabung salah satu desa di kecamatan Mlarak kabupaten Ponorogo

4. Utri Khas Ponorogo


Utri khas ponorogo ini merupakan makanan khas yang terbuat dari bahan dasar ketela pohon yang di parut, di kasih gula dan di kukus, makanan khas mempunyai rasa yang manis karena campuran gula merahnya,

5. Jenang Mirah Khas Ponorogo


Jenang mirah merupakan makanan khas ponorogo yang terbuat dari beras ketan, gula kelapa dan santan buah kelapa, tanpa bahan pengawet. Jenang Mirah ini termasuk makanan basah karena hanya tahan satu minggu saja, jenang mirah ini di namakan sesuai pembuatnya yaitu ibu Mirah.

6.Cemoe


Pernah dengan Cemoe ?. Kalau anda tinggal di wilayah Ponorogo, Madiun dan sekitarnya tentu pernah dengar. Tetapi mungkin nama “Cemoe” agak asing ditelinga anda yang bukan asli penduduk Ponorogo atau Madiun. Yupz.., Minuman hangat yang satu ini hanya dapat ditemui di wilayah Ponorogo, Madiun dan sekitarnya. Di daerah lain Cemoe mungkin agak mirip dengan Wedang Ronde, Bajigur atau Sekoteng. Cemoe atau Wedang Cemoe adalah sejenis minuman hangat yang berbahan utama roti tawar yang dipotong-potong, kacang goreng, bawang goreng, santan, Jahe dan dikasih daun pandan. Sebagian Cemoe ada yang ditambahkan susu kental manis, mutiara dan kolang-kaling.
Hemm…, dah kebayang rasanya kan ?. Hangat gurih manis dengan aroma yang harum, sangat cocok untuk menghangatkan tubuh saat malam. Makanya minuman ini menjadi primadona bagi banyak orang yang suka menikmati suasana malam. Di Ponorogo anda dapat dengan mudah menjumpai warung yang jual wedang cemoe.
Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati minuman yang satu ini bila anda sedang berkunjung di Ponorogo.

7. Sate Kopok


Tahukah anda, ada varian sate ayam yang namanya cukup aneh “Sate Kopok”. Sate yang satu ini sesuai namanya tampilannya sambalnya berlendir dengan warna yang agak keputih-putihan, mirip “Kopok” atau lendir telinga. Tetapi jangan salah, meski demikian rasanya sangat nikmat dan gurih. Sate yang khas ini hanya ada di Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, anda tidak akan menemui sate ini dijual dilain tempat. Berbeda dengan sate yang lain, sate yang satu ini tidak dibakar atau dipanggang. Tampilan sate kopok yang berlendir dikarenakan sambal kacangnya diencerkan dengan santan kelapa. Sate kopok biasa disajikan dengan sayur yang terdiri dari tolo/loto, tahu dan tempe dengan kuah yang berwarna kuning. Keberadaan sate yang satu ini sudah cukup lama, bahkan pada masa penjajahan belanda sate ini telah diperjual belikan. Pasti banyak yang penasaran dengan rasanya. Sayangnya sate yang satu ini agak susah ditemui karena hanya dijual di beberapa tempat yaitu di Pasar Pahing di Kecamatan Balong
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nah bagaimana makanan khas ponorogo di atas, sangat menggoda selera kan? untuk itu jika anda berkunjung ke ponorogo jangan lupa untuk mencicipinya, untuk anda di daerah indonesia jangan sampai melupakan makanan dari daerah asal anda.(kaskus)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: