Antrean "Program Teko Langsung Cetak" Membludak, Dispendukcapil Tambah Alat E-KTP

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com , Ponorogo – Program ‘Teko Langsung Cetak’ yang digagas Dispendukcapil direspons positif warga Ponorogo. Setiap hari ratusan warga rela antre mengurus KTP elektronik. Padahal, kuota cetak yang ditarget dispendukcapil baru 150 e-KTP per hari. ‘’Memang kami batasi karena ketersediaan tenaga. Tapi masyarakat mau mengerti, kalau nggak masuk daftar antre yang 150 itu, mereka pulang dan balik lagi besoknya, datang lebih awal,’’ terang kepala Dispendukcapil Endang Retno Wulandari.
 
Agus Pramono melaunching program Teko Langsung Cetak bagi warga Ponorogo yang belum memiliki kartu identitas Foto : Radar Madiun
Sakadar diketahui, per 1 Februari lalu sekda Agus Pramono melaunching program Teko Langsung Cetak bagi warga Ponorogo yang belum memiliki kartu identitas. Pencetakan akan diproses jika warga sudah membawa berkas yang telah disyaratkan. Layanan dibatasi 150 warga saban hari karena dispendukcapil juga masih memiliki tanggungan cetak e-KTP pekerjaan tahun sebelumnya. ‘’Kalau melihat antusiasme warga dan antrean, kami berencana mengoperasikan satu alat cetak lagi. Jadi, sehari kami bisa melayani 300 cetak e-KTP, tapi masih harus menyiapkan operatornya dulu,’’ paparnya.


Di tengah kesibukan nambah kapasitas cetak e-KTP, dispendukcapil masih dibuat galau soal stok tinta yang terbatas. Saat ini masih ada 10 roll atau untuk 5.000 e-KTP siap cetak. Retno tidak bisa mengajukan permintaan tinta ke Pemprov Jatim. Pasalnya, pemprov belum mendapatkan suntikan dana dari APBN. Satu-satunya peluang dari anggaran tidak terduga pemkab. ‘’Sesuai SE mendagri, kami boleh mengajukan anggaran tidak terduga untuk pembelian tinta. Saat ini surat pengajuan sudah kami proses dan akan kami ajukan,’’ terangnya.

Dia berharap pengajuan ke pemkab direspons. Sebab, stok ribbon diperkirakan hanya mampu bertahan sebulan. Padahal, antrean warga cukup banyak. ‘’E-KTP bukan sekadar identitas, tapi juga untuk melakukan transaksi perbankan, jadi penting,’’ katanya.

Retno menuturkan, program layanan e-KTP yang mudah dan cepat merupakan keinginan masyarakat. Sebab, e-KTP menjadi identitas yang berlaku seumur hidup. ‘’Program ini merealisasikan keinginan masyarakat, yakni mengurus e-KTP mudah, cepat, murah, ramah dan akurat. Tapi, saya juga minta masyarakat menyediakan data akurat,’’ terangnya.(aan/irw/Radar Madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: