Grand Syeikh Al-Azhar, Umat Islam Tidak Boleh Saling Mengkafirkan. Tapi Kalau Sesat ya Katakan Sesat

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com , MLARAK – Grand Syeikh Al-Azhar Ahmad Mohammad Ahmad Al-Tayyeb kemarin (25/2) melakukan serangkaian kegiatan di Pondok Modern Darussalam Gontor dan Universitas Darussalam Gontor. Dalam kunjungannya, ulama besar Universitas Al-Azhar, Mesir tersebut berharap umat Islam di Indonesia bersikap moderat. Yakni, Islam yang luwes dalam memahami akidah agama dan tidak kaku serta menolak diskriminasi dan cara kekerasan. ‘’Beliau menyampaikan agar umat Islam di Indonesia dan di Gontor khususnya, bersikap moderat dan tidak terpengaruh berbagai macam aliran,’’ kata Wakil Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Hamid Fahmi Zarkasyi.

Fahmi menambahkan, Syeikh Al-Azhar Ahmad Mohammad Ahmad Al-Tayyeb tak menampik adanya perbedaan dalam umat muslim. Dia berharap umat Islam tidak melakukan pengkafiran kepada sesama muslim. Tidak saling mencela, namun saling menghormati. Fahmi mengaku Syeikh Ahmad merupakan sosok yang tegas. Dia tak segan mengatakan sesat jika memang dinilai melenceng dari Islam. ‘’Tidak boleh mengkafirkan. Tapi kalau sesat ya katakan sesat,’’ jelasnya.

Ditambahkan Fahmi, Syeikh Ahmad menyayangkan pemberitaan tentang dirinya di Jakarta yang dinilai telah dipelintir. Dalam pemberitaan tersebut, dirinya seakan mengiyakan umat Islam bersaudara dengan Syiah. Akibatnya, muncul anggapan Sunni boleh menjadi Syiah dan sebaliknya. Padahal, dia hanya menyebut tiga kelompok umat yang dinilai melenceng dari Islam. Yakni, kelompok yang mencela sahabat Nabi, mengkafirkan orang, dan yang beranggapan para sahabat Nabi bakal menjadi penghuni neraka merupakan golongan orang sesat. ‘’Orang-orang Syiah berpikiran seperti ini dan harus diingatkan. Bukan malah dijadikan saudara,’’ terangnya sembari menyebut Syeikh Ahmad juga mewanti-wanti umat muslim agar tidak melakukan pengkafiran.

Fahmi mengaku Islam di Gontor sudah menerapkan Islam moderat sejak dulu. Bahkan, sudah membentengi anak didiknya dengan menerapkan ahli sunnah wal jamaah. Selain itu, ustad pengampu bidang akidah wajib S-3. Fahmi mengklaim benteng diri dari Islam radikal di Gontor sudah cukup kuat. ‘’Kami bentengi dengan ilmu akidah. Jadi mahasiswa dari fakultas umum juga wajib belajar Alquran,’’ paparnya sembari menyebut mendapat tambahan beasiswa ke Al-Azhar tahun ini.

Hal senada diungkapkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Kunjungan Syeikh Ahmad merupakan upaya menyebarluaskan paham Islam sejati. Yakni, Islam yang menebarkan keselamatan, kedamaian, dan kasih sayang. Dia, lanjut Lukman, ingin memastikan bahwa Islam moderat benar-benar disebarluaskan di Indonesia. Lukman tak menampik adanya perbedaan dalam umat Islam di tanah air bahkan dunia. ‘’Namun, perbedaan ini seharusnya menjadi sebuah keberkahan. Harus dapat mengambil manfaat dari keberagamaan ini,’’ katanya. (agi/irw/Radar Madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: