Numpak Montor Rasa Kuda, Nyindir sekaligus Protes Rusaknya Jalan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com , Ponorogo - Anda biasa melintas di jalur Ponorogo-Trenggalek? Jika memasuki kawasan Sambit hingga Sawoo, tulisan-tulisan bernada jengkel sekaligus menyindir atas kondisi rusaknya jalan di wilayah tersebut, dengan mudah dijumpai. Misalnya, Numpak Montor Rasa Kuda, Hati-HatiCantik, Pelan-Pelan Ada Janda Mandi, Sing Sabar, Ngebut Pelekmu Njleput, Woles Men, Jeglongan Polldanbeberapa tulisan lain di pinggir jalan. ‘’Saya sudah mendapatkan laporan dari UPTD bina marga DPU soal tanda jalan rusak itu hari Selasa lalu,’’ kata Plt kepala DPU Ponorogo Jamus Kunto, kemarin (10/2).
 
Tulisan-tulisan bernada jengkel sekaligus menyindir atas kondisi rusaknya jalan di wilayah
jalur Ponorogo-Trenggalek

Jamus mengakui, tulisan-tulisan menyindir itu merupakan bentuk protes masyarakat sekaligus penanda agar pengguna jalan lebih hati-hati karena jalan rusak. ‘’Isinya memang menggelitik, tapi tujuannya baik. Ini bagian dari dinamika masyarakat yang mengharapkan pengambil kebijakan terketuk hatinya. Kami respons dan berkoordinasi dengan yang berwenang,’’ paparnya.

Menurut Jamus, sejak 2016 jalur yang ada di pertabatasan Trenggalek (Kecamataan Sawoo) hingga Dengok (Siman), pabrik es hingga jalur Madiun-Ponorogo bukan lagi tanggungjawab UPTD bina marga Provinsi Jatim. Sebab statusnya menjadi jalan nasional dan beralih menjadi tanggungan kementerian PU. ‘’Sekarang yang menangani balai besarpelaksana jalan nasional wilayah V Surabaya. Sejak sebulan lalu kerusakan jalan di Sawoo-Dengok sudah saya laporkan. Sekarang sudah direspons,’’ tuturnya.
Kata Jamus, penanganan jalan rusak tersebut masih bersifat sementara. Para pekerja hanya melakukan pemeliharaan dengan menambal lubang. Ini bersifat darurat untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. ‘’Ya tujuannya mencegah situasi yang membahayakan. Kalau penanganannya sebenarnya harus overlay. Ini masih awal tahun, perbaikan harus melalui mekanisme lelang, jadi warga bersabar dulu,’’ ungkapnya.

Kerusakan jalan bukan hanya di jalur Sawoo-Sambit, tapi hingga Dengok. Meski saat menjadi jalan nasional, DPU Ponorogo tetap memantau dan melaporkan kerusakan agar segera ditangani yang berwenang. Pantauan Jawa Pos Radar Ponorogo, petugas mulai melakukan penambalan di jalur Sawoo-Sambit. (aan/irw)

Sumber :Radar Madiun
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: