Skateboarder yang Bermain di Tanam Kota Bertaruh cedera

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com , Ponorogo - Skateboarder yang bermain di Tanam Kota bertaruh cedera. Sebab, mereka beratraksi di atas skate ramps yang tak laik. Area bermaian olah raga ekstrem tersebut tak lagi mulus. Pun, arena meluncur berbahan semen tersebut telah mengelupas di sana-sini. Tiang pembatas juga sudah berkarat. Sebagian lagi sudah tidak berbentuk bulat. Padahal, tiang berbahan pipa besi tersebut digunakan juga untuk atraksi. ‘’Kalau sudah suka, risiko apa pun diambil. Jatuh di atas beton sekali pun,’’ kata Rahman Fikri, seorang skateboarder.
SKATE RAMPS TAMAN KOTA SUDAH TAK LAYAK
Skate Ramp Taman Kota Ponorogo
Lantai skate ramps sudah timbul retakan. Bagian lain terlihat mengelupas. Akibatnya, papan skateboard tak meluncur mulus. Tak urung, potensi cedera cukup tinggi lantaran bahaya jatuh mengancam sewaktu-waktu. Rahman mengaku jatuh bangun hingga berakibat luka memar, keseleo, dan berdarah-darah sudah biasa. ‘’Tapi kami sering juara,’’ seloroh warga Kelurahan Cokromenggalan itu.
Namun, Rahman dkk terpaksa tetap menggunakan skate ramps di Taman Kota tersebut. Pasalnya, tidak ada tempat lain untuk bermain. Selain itu, roda skateboard tidak dapat melaju mulus disembarang tempat. Idealnya, arena harus mulus namun tidak boleh kelewat licin. Kondisi semakin memprihatinkan lantaran harus berbagi dengan pengunjung. Arena skate ramps di Taman Kota kerap dijadikan sebagai tempat nongkrong sejumlag pengunjung. Sebagian anak-anak juga menjadikan sebagai wahana prosotan. ‘’Cepat rusak karena juga digunakan kegiatan lain. Skate ramps harusnya steril,’’ sahut Fajar Rahmadi, anggota lain.
Kendati berlatih dengan fasilitas seadanya, kemampuan Fajar dkk tak boleh dipandang sebelah mata. Mereka kerap turun di kejuaraan skateboard. Fajar pernah merebut juara di kelas beginner saat kejuaraan di Madiun dan Ngawi. Dia mulus beratraksi berbagai teknik dengan papan skateboardnya. Di antaranya, kickflip, hellflip, shove it, double shove it, dan back side. ‘’Peminat olah raga ini cukup banyak di sini. Sayang fasilitasnya tidak layak,’’ ujarnya sembari menyebut anggotanya kini hingga 20 orang. (agi/irw)

Sumber : Radar Madiun
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: