Yusuf Pribadi, Mantan Plt Sekda Ponorogo Menerima Vonis 16 Bulan Penjara

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com , Ponorogo - Entah karena keder atau sudah pasrah, Yusuf Pribadi, mantan Plt Sekda Ponorogo memutuskan menerima vonis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya yang menjatuhkan hukuman satu tahun empat bulan penjara. Dia dinilai terbukti dalam kasus korupsi pengadaan alat peraga SDN tahun 2012. ‘’Klien saya menerima putusan tersebut. Pada Rabu (3/2) sudah kami sampaikan ke majelis,’’ terang A. Indiantoro, kuasa hukum Yusuf Pribadi, kemarin (4/2).
Kepada Jawa Pos Radar Ponorogo, Indiantoro mengatakan vonis majelis hakim diterima setelah melalui banyak pertimbangan. Misalnya, pemerintah yang menilai extraordinary untuk kasus tindak pidana korupsi. Karena itu, kasus korupsi mendapatkan perhatian luar biasa. Pihaknya khawatir jika banding, hukuman malah lebih tinggi.
Yusuf Pribadi, Mantan Plt Sekda Ponorogo Menerima Vonis 16 Bulan Penjara
Yusuf Pribadi, Mantan Plt Sekda Ponorogo 

Sakadar diketahui, Yusuf divonis satu tahun empat bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 303 juta subsider satu tahun kurungan. Yusuf dinilai melabrak pasal 3 UU Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tipikor yang diubah menjadi UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tipikor. Meski menerima uang pinjaman dari Nur Sasongko karena status YP saat itu menjadi pelaksana tugas sekda, hakim berkesimpulan telah menerima gratifikasi dan bersalah dalam perkara tersebut. ‘’Dengan sikap menerima ini, klien saya menerima putusan inkrah,’’ tambahnya.
Dia juga menyarankan kliennya mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 303 juta sesuai vonis hakim. Sebab, subsider uang penganti cukup tinggi, satu tahun penjara. ‘’Saya sarankan untuk dibayar saja uang penganti dan dendanya, biar hukuman penjaranya tidak ditambah,’’ katanya.
YP ditahan sejak 11 Agustus 2015. Indiantoro menghitung masa tahanan kliennya sudah memasuki bulan keenam, di Rutan Klas II B Ponorogo. YP menjadi terdakwa kasus korupsi pengadaan alat peraga SDN tahun 2012. Dia didakwa memuluskan jalan Nur Sasongko (Direktur CV Global Inc) menempatkan perusahaan boneka mengikuti tender alat peraga 2012. Yusuf diduga kuat menikmati Rp 1,195 miliar dengan rincian pemberian tahap pertama Rp 170 juta, kedua Rp 200 juta dan ketiga Rp 700 juta, itu termasuk cek senilai Rp 250 juta.(aan/irw)

Sumber :Radar Ponorogo
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: