Banyak Warga Sipil Memasang Atribut TNI, Hanya Buat Gagah-gagahan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Operasi sadar keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Sumber : Radar Madiun

Setenpo.com, Ponorogo - Puluhan kendaraan terjaring operasi gabungan. Petugas dari Polres Ponorogo, TNI AD dan Dinas Perhubungan menggelar operasi di barat Alun-alun Ponorogo. Mereka mendapati 18 kendaraan umum dan 46 kendaraan pribadi melanggar. Bentuk pelanggaran beragam. Mulai kelengkapan berkendara kurang hingga penempelan stiker satuan TNI.

Serka Mochammad Tawekal dari Sub Denpom 511 menuturkan, banyak warga sipil yang memasang stiker berlogo atau atribut kesatuan TNI di kendaraan pribadi mereka. Kebanyakan mereka memasang atribut tersebut agar membuat orang lain segan. ‘’Hanya buat gagah-gagahan,’’ ujarnya, kemarin (15/3).

Ahmad menegaskan, larangan pemasangan atribut tersebut berlaku untuk prajurit TNI yang memiliki kendaraan pribadi. Di luar kendaraan dinas tidak diperbolehkan memasang atribut kemiliteran, apalagi kendaraan berpelat hitam. ‘’Apalagi warga sipil,’’ tambahnya.

Pengendara yang kedapatan menempelkan stiker TNI pada pelat nomor diminta melepaskan ditempat, selain diperiksa kelengkapan surat-surat. Razia juga untuk mengantisipasi penyalahgunaan identitas militer oleh warga sipil ‘’Jangan sampai image TNI tercoreng,’’ tegasnya.

Operasi sadar keselamatan dan ketertiban lalu lintas tersebut juga menemukan kendaraan pelat hitam atau pribadi untuk angkutan umum.Ahmad Supriatna, kepala UPT Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UPT LLAJ) Madiun menjelaskan, operasi bertujuan untuk keamanan, keselamatan dan ketertiban baik penumpang maupun pengguna jalan lain. Setiap kendaraan umum harus melakukan uji layak dan memiliki izin trayek. ‘’Banyak pengusaha travel yang menjadikan kendaraan pribadi untuk angkutan umum tanpa memasang pelat kuning,’’ jelasnya.

Padahal berdasarkan undang-undang, perusahaan angkutan umum harus berbadan hukum. Ahmad mengimbau pengusaha angkutan terutama travel agar melakukan uji kelayakan kendaraan dan beralih menggunakan pelat kuning pada semua kendaraan yang digunakan. Meski operasi kemarin untuk sosialisasi, jika ditemukan pelanggaran lagi akan ditindak. ‘’Untuk sementara hanya diperingatkan,’’ terangnya
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: