Dua Rumah Di Sooko Terkena Longsor Hingga Mengubur Perabotan Rumah

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com, SOOKO – Bencana longsor seperti bom waktu yang mengancam setiap saat. Setidaknya, dua kejadian longsor terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Sooko, Senin (7/3) lalu. Longsor kali pertama menerjang rumah Seno, 51, warga Desa Jurug, sekitar pukul 13.00. Dua jam berselang, longsor berganti mengancam rumah Wiyono, 49, warga Desa Sooko. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materil ditaksir hingga puluhan juta rupiah.

Hujan deras sedari pagi memicu tanah gerak di dua titik tersebut. Bahkan, bencana longsor yang menerjang halaman belakang rumah Seno terjadi saat hujan masih turun deras. Tanah di belakang rumah korban setinggi enam meter menjadi labil. Tanah puluhan meter kubik menghujam dinding belakang rumah korban dalam hitungan detik. Dinding rumah yang terbuat dari papan kayu langsung jebol. Bahkan, dinding bagian samping kiri turut ambruk. Ironisnya, material mengubur perkakas milik korban. ‘’Beruntung korban tidak sedang berada di dapur saat kejadian,’’ kata Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi, kemarin (8/3).

Dua Rumah Di Sooko Terkena Longsor Hingga Mengubur Perabotan RumahHarijadi menambahkan, korban sedang tidak berada di rumah saat kejadian. Rumah hanya ditempati istri korban. Penghuni rumah langsung berteriak meminta tolong di teras depan rumah beberapa saat setelah kejadian. Tetangga kiri kanan yang melihat langsung menolong. Tuan rumah baru menyadari kejadian setelah pulang dari berkebun. Korban langsung memeriksa sekeliling rumahnya. Benar saja, material tanah hampir mengubur seluruh bagian dapur. Padahal, dia juga menyimpan gabah dalam dapur. ‘’Sebagian besar dinding rumah korban rusak parah. Kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta,’’ jelasnya.

Sedang, longsor kedua juga merusak bagian belakang rumah Wiyono. Bahkan, material longsor sudah menggerus pondasi dinding. Tak urung, pondasi belakang sisi kiri rumah korban tampak menggantung. Longsor terjadi sekitar pukul 15.00. Kamar mandi di belakang rumah korban tiba-tiba ambruk lantaran tanahnya bergerak. Lokasi kamar mandi memang bekas tanah uruk sebelumya. Namun, korban sempat menggeleng keheranan longsor juga menggerus bangunan rumahnya. Pasalnya pondasi rumahnya cukup tinggi dan tebal. Pondasi berbahan batu kali dengan ketinggian mencapai dua meter. ‘’Lokasi memang cukup miring. Material cukup menyulitkan saat evakuasi lantaran banyak mengandung batu bata,’’ ungkap Harijadi.

Padahal, samping kiri rumah korban langsung berbatasan dengan jalan desa setempat. Tak urung, sebagian material juga menutup jalan. Harijadi menyebut, anak buahnya langsung bergerak membantu warga menyingkirkan material. Pasalnya, jalan tersebut cukup vital. Sedang, korban mengaku tetap bertahan dan segera melakukan perbaikan. Sebab, kondisi pondasi rumah yang sudah menggantung tersebut dikhawatirkan bakal melebar jika dibiarkan. ‘’Maret ini diprediksi bencana longsor masih sering terjadi,’’ tuturnya sembari menyebut kerugian material mencapai sekitar Rp 10 juta. (agi/irw)
Sumber : Radar Madiun
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: