Mbah Misinah, Hidup Sebatang Kara, Sekian Lama Hanya Bisa Berbaring di Rumah nan Sederhana

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Mbah Misinah, Hidup Sebatang Kara, Sekian Lama Hanya Bisa Berbaring di Rumah nan Sederhana
Mbah Misinah (77) warga RT 01/RW 01 Desa Ronosentaman, Siman . Foto : Zulia Eka Rahmawati
Setenpo.com, SIMAN – Hidup sebatang kara, tubuhnya penuh luka karena sekian lama hanya bisa berbaring di dipan dalam rumah nan sederhana. Itulah yang dialami Misinah, nenek berusia 77 tahun warga RT 01/RW 01 Desa Ronosentaman, Siman. Alas tidurnya hanya jarik dan karung. Sudah empat tahun terakhir Misinah terbaring lemah. Saban hari, Ginem salah seorang keponakannya merawat dan menyiapkan makanan. Menurut Ginem, Misinah enggan diboyong. ‘’Kalau malam ya tidur sendiri,’’ katanya.

Selain tubuhnya yang begitu kurus, pendengaran Misinah juga tak lagi normal. Dia juga sulit berkomunikasi. Sesekali nenek renta itu hanya merintih. ‘’Kalau mengaduh, tandanya capek. Biasanya langsung saya ubah posisi tidurnya,’’ tambahnya.

Di bawah dipan tempat tidur Misinah, terpasang seng yang terhubung dengan bak penampungan air. Itu, untuk memudahkan Ginem memandikan Misinah. Karena, tidak memungkinkan tubuhnya diangkat ke kamar mandi. Menurut Ginem, sudah beberapa hari terakhir nafsu makan Misinah menurun. ‘’Biasanya sepuluh suapan, belakangan ini ya hanya sekitar tujuh suapan sudah nggak mau makan lagi,’’ terangnya.

Sejatinya, pihak keluarga bermaksud membawa Misinah ke rumah sakit. Tapi, mereka bingung karena tidak ada keluarga yang bisa menunggui jika dirawat. Nenek Misinah juga tidak mau dipindah dari tempat tidur.Selain mengalami kebutaan, sekujur tubuhnya juga luka atau yang dalam istilah medis disebut dekubitus. Menurut Dewi Ratna Sari, bidan Desa Ronosentaman, luka tersebut terjadi akibat tekanan tulang dan dipan bambu. ‘’Jadi bukan karena diabetes. Ya akibat gesekan kulit dan dipan. Kondisi Mbah Misinah yang sepuh tidak memungkinkan untuk mengonsumsi obat. Saya hanya memberi multivitamin,’’ papar Dewi.

Dewi tak mengira kondisi Misinah sudah separah itu. Pasalnya pihak keluarga tak ada yang melapor. Dia tahu kondisi Misinah dari foto-foto di media. Kemarin, Wasis Prananto mewakili Lazis Muhammadiyah Ponorogo menyambangi Misinah dan menyalurkan bantuan. Dia mengetahui kondisi Misinah dari media. Tak hanya Wasis, beberapa warga juga sering menjenguk nenek renta itu. Pun para tetangga bergantian memberikan sumbangan. (Radar Madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: