Merasa Ditelantarkan Di Luar Negeri 2 Warga Sampung Perkarakan Penyalur Atas Tuduhan Perdagangan Manusia

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com , Sampung - Satreskrim Polres Ponorogo mengamankan ME (43) warga ‎Komplek Pranti Baru JL Rambutan III no 1 Kelurahan Pranti Rt 8 Rw 3 Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoajo. Ia diduga telah melakukan tindak pidana perdagangan manusia dengan mengirimkan dua warga Ponorogo ke Makau sebagai TKI.

“Dari pengakuan korban, mereka dijanjikan untuk bekerja di Hongkong, namun keyataanya mereka dikirim ke Makau. Setiba di Makau keduanya tidak dicarikan pekerjaan, justru hanya dilepas begitu saja,” ucap Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Hasran, Rabu(02/03/2016).

Dua korban yaitu Andi Cahyani (29) dan Agus Rudiyanto (27) keduanya warga Dusun Tamansari Rt 3 Rw 2 Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo dijanjikan pekerjaan di Hongkong. Pada November 2015  lalu ketika korban mendaftarkan diri di kantor penyalur tenaga kerja dimana tersangka bekerja. Mereka akan dipekerjakan di sebuah restoran di Hongkong. Setelah sepakat, korban masing-masing membayar Rp35 juta dan berangkat Desember lalu.

Merasa Ditelantarkan Di Luar Negeri 2 Warga Sampung Lapor Satreskrim Polres Ponorogo Atas Tuduhan Perdagangan Manusia
ME ditahan karena diduga melakukan tindak pidana perdagangan manusia
Namun kenyataannya, keduanya dikirim ke Makau. Nahasnya, keduanya tak bekerja dan ditelantarkan oleh pelaku yang bekerja di PT Citra Karya Semesta Surabaya itu.

Karena tidak bekerja akhirnya kedua korban pulang dan menghabiskan dana hingga Rp 39 juta. Sehingga total kerugiannya sampai dengan Rp 109 juta.

Merasa ditelantarkan, akhirnya kedua korban melaporkan perkara ini ke Polres Ponorogo. “Tersangka dalam hal ini sudah memperdagangkan manusia, tetapi tidak sesuai dengan janji ketika dia bicara di awal,” katanya.

Tersangka langsung ditahan setelah berhasil dipancing datang ke Ponorogo. ME tak bisa berkutik ketika dipertemukan dengan dua korban.

Polisi dalam perkara ini menyita seluruh berkas pengajuan dan persyaratan menjadi TKI milik kedua korban, dan menahan tersangka. Akibat dari perkara ini tersangka dijerat dengan pasal 2 UU no 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Pemeriksaan saksi-saksi juga tengah didalami untuk menguatkan perkara ini.

“Kedua korban jelas rugi, sudah dijual diluar negeri malah ditipu tidak bekerja hingga pulang lagi ke Indonesia.”tegasnya.@arso/lensaindonesia.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: