Warga Ronosentanan, Pengolah Getah Pinus Ilegal Tertangkap Setelah Setahun Menjadi DPO

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Warga Ronosentanan, Pengolah Getah Pinus Ilegal Tertangkap Setelah Setahun Menjadi DPO
Setenpo.com, Siman -  Sempat kucing-kucingan dengan petugas setahun terakhir, tersangka Burhan Samroni, 37, warga Kelurahan Ronosentanan, Siman, akhirnya menyerah. Tersangka yang sempat menghilang itu dicokok saat pulang ke rumahnya, Rabu (9/3).

Petugas sengaja menunjukkan batang hidung tersangka, kemarin (10/3). Tersangka cukup licin. Buktinya, petugas memerlukan hampir setahun untuk menangkapnya. Penggerebekan tersangka kali pertama sekitar Februari 2015. Petugas yang mengendus usaha ilegal tersangka hanya mendapatkan sejumlah barang bukti kala itu. Di antaranya, empat zak getah pinus olahan, sebelas zak getah mentah, enam loyang dan satu drum sebagai tempatnya memasak getah. ‘’Industri dijalankan tersangka di rumahnya sekitar setahun,’’ kata Waka Polres Ponorogo Kompol Harnoto.

Getah pinus termasuk barang hasil hutan bukan kayu yang diatur undang-undang. Harnoto menambahkan, tersangka mengaku mendapat getah dari seseorang penyadap. Namun, infromasi dari internal kepolisian menyebut tersangka membelinya dari seorang sopir pengangkut getah pinus yang diambil dari hutan kawasan Ngrayun. Getah dibeli Rp 8 ribu per kilogram. Tersangka berani membeli lebih mahal dari harga beli Perhutani. Harga beli Pehutani Rp 5 ribu per kilogram. Getah lantas dimasak di rumah tersangka hingga menjadi bahan setengah jadi. ‘’Getah olahan dijual Rp 17 ribu per kilo di Solo. Kami masih menyelidiki pasar tersangka di Solo tersebut,’’ imbuhnya sembari menyebut tersangka mengaku menjualnya pada industri batik tulis di Solo.

Selama buron, tersangka mengaku berpindah-pindah di luar kota. Pelariannya usai setelah pulang kampung, Rabu (9/3) lalu. Petugas langsung menangkapnya. Tersangka mengaku sudah menjalankan usaha ilegalnya setahun terakhir. ‘’Kasus ini masih dalam pemeriksaan,’’ tegasnya.

Wakil Administratur KPH Lawu Adi Nugroho cepat-cepat membantah adanya keterlibatan orang dalam. Menurutnya, tersangka membeli langsung dari penyadap. Pihaknya kini mengaku tengah menelusuri penyadap nakal tersebut. Perhutani menyatakan kasus penyelewengan hasil hutan baru kali pertama terjadi. Dia mengimbau masyarakat turut membantu memberantas penyelewengan hasil hutan. ‘’Prinsipnya kami menjaga aset negara yang dalam hal ini hasil hutan,’’ tuturnya.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: