Ajak Sinergi Tekan Kasus di Ponorogo

Sponsored Ad

Sponsored Ad



Setenpo.com, Ponorogo - Harapan Bupati Ipong Muchlissoni terkait zero corruption di Ponorogo mengemuka saat penyambutan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo Sriwati, Selasa (22/3) malam. Ipong mewanti-wanti seluruh pejabatnya agar tidak berani melakukan kejahatan kerah putih tersebut. Bupati menegaskan dirinya akan mengawasi kinerja pejabatnya. ‘’Ponorogo dikenal sebagai daerah yang memiliki masalah, salah satunya korupsi. Mari bersama-sama kita kikis anggapan itu mulai dari sekarang,’’ kata Ipong.

Dia menambahkan, indikasi korupsi cukup mudah dilihat. Pasalnya, pejabat aparatur pemerintah memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Dalam setiap kegiatan telah diatur dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis). Indikasi korupsi mengemuka jika sudah tidak sesuai dengan dua aturan main tersebut. Tak urung, Ipong meminta pejabatnya agar mempelajari benar tupoksi, juklak, dan juknis masing-masing. Bupati mengaku bakal bertindak tegas pejabatnya yang kedapatan ‘bermain’. ‘’Ponorogo berbenah bukan sekadar berbenah secara fisik. Tapi juga berbenah secara birokrasi,’’ imbuhnya.

Ipong berharap, tagline Ponorogo Berbenah juga melekat pada masyarakat. Pihaknya mengaku miris melihat tingginya kasus penyakit masyarakat (pekat) di Ponorogo. Salah satu indikasinya, kasus perjudian mendominasi sidang di pengadilan negeri. Pihaknya berharap seluruh kasus pekat perlahan terkikis. Ipong meyakini ketua PN Ponorogo yang baru dapat segera bersinergi dengan Forpimda. Tujuannya untuk menekan angka kasus penyakit masyarakat. ‘’Saya yakin ibu Ketua PN yang baru ini memiliki visi sama. Yaitu menekan semaksimal mungkin kasus-kasus pidana di Ponorogo,’’ ucapnya.

Ipong menambahkan, sinergitas bakal mudah terjalin. Apalagi, Sriwati bukan orang baru di Ponorogo. Ibu satu anak tersebut pernah bertugas di Bumi Reyog sekitar 1996 lalu. Waktu enam tahun di Ponorogo tentu bukan singkat. Selain itu, Sriwati juga memiliki darah Ponorogo lantaran ibunya merupakan orang Ponorogo. Sejumlah keluarga perempuan kelahiran Jember 55 tahun tersebut berada di Jetis saat ini. ‘’Pemerintah daerah tidak bisa lepas dari lembaga hukum termasuk pengadilan. Kami berharap dapat terus terjalin komunikasi demi terwujudnya cita-cita yang kami harapkan. Yakni, Ponorogo Berbenah,’’ jelasnya sembari mengucapkan selamat dan sukses kepada Sriwati. (Radar Madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: