Bencana Intai Ngawi hingga April

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com, NGAWI – Warning (peringatan) khusus dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi. Intansi yang berkutat dengan bencana ini meminta masyarakat yang ada di dataran tinggi ataupun rawan banjir tetap waspada. Pasalnya, intensitas hujan diprediksi terus meningkat sepanjang Maret hingga akhir April. ‘’Ancaman bencana nggak sekedar banjir, longsor, tapi juga puting beliung,’’ ujar Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Eko Heru Cahyono, kemarin (14/3).

Pihak BPBD diam-diam sudah petakan sejumlah titik rawan bencana. Misalnya, bencana banjir diprediksi terjadi di Kecamatan Kwadungan dan Kecamatan Pitu. Kedua kecamatan potensi bencana banjir karena berada di tepian aliran Bengawan Solo. Sedangkan bencana tanah longsor kerap dijumpai di Kecamatan Ngrambe dan Kecamatan Sine yang memiliki kontur tanah labil. ‘’Kecamatan Padas dan Kedunggalar menjadi jalur rawan puting beliung,’’ katanya.

Eko juga meminta warga yang rumahnya dikelilingi pohon untuk waspada. Dia menyarankan, agar pohon yang telah menua dan rimbun untuk segera dipangkas. Terutama yang berada di sekitar pemukiman penduduk dan jalan umum. ‘’Kami juga bentuk tim khusus untuk pemangkasan pohon, ada lima orang yang kami tugaskan untuk keliling dan memetakan mana saja pohon yang sudah tua dan perlu dibenahi,’’ jelasnya.

Pihak BPBD juga merinci sejumlah bencana alam yang telah menghampiri bumi orek-orek dari Oktober 2015 hingga Maret 2016. Yakni, banjir di Kecamatan Kwadungan yang merendam sawah siap panen, tiga titik longsor di Desa Pocol, Kecamatan Sine dan tiga titik di Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe. Tak hanya itu, bencana angin puting beliung juga meluluh lantakan rumah yang ada di Kecamatan Padas dan Kedunggalar. ‘’Hitungan kami, total kerugian mencapai ratusan juta,’’ pungkasnya.(mg2/aan/Radar Madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: