Diguncang Kabar Flu Burung, Penjualan Daging Ayam di Ponorogo Turun

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com, Ponorogo - Beredarnya berita penyebaran flu burung di Banyuwangi dan Lamongan sepekan terakhir memukul pedagang daging ayam. Termasuk penjual daging ayam di Pasar Songgolangit Ponorogo. Mereka mengeluh penjualan sepi. Meski, saat ini harga daging ayam turun dari sebelumnya Rp 34 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Marini, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Songgolangit mengatakan, biasanya dia mampu menjual 30 kilogram daging ayam dalam sehari. Tapi, sepekan terakhir dia hanya mampu menjual 15 kilogram. ‘’Itu juga tidak pasti, kadang kurang dari 15 kilogram. Dua hari terakhir malah anjloknya jumlah pembeli drastis,’’ katanya, kemarin (24/3).

Padahal menurut Marini, saat ini harga daging ayam turun. Sepinya pembeli otomatis mengurangi pendapatan pedagang.Kondisi yang sama juga dialami Endang Liana. Pedagang daging ayam dalam partai besar itu mengaku penurunan penjualan begitu terasa. Biasanya, setiap hari Endang mampu menjual 100 kilogram daging ayam atau sekitar 50 ekor ayam potong. ‘’Saat ini hanya sekitar 30 kilogram daging ayam yang terjual dalam sehari,’’ ujarnya.

Padahal, kios daging ayam milik Endang merupakan jujukan pedagang keliling dan para pemilik warung makan. ‘’Banyak langganan saya, mulai pedagang keliling, depot, warung makan. Sekarang mereka belinya tidak banyak,’’ tambah Endang.

Mengomentari kondisi tersebut, Kabid Perdagangan Dinas Indagkop dan UMKM Ponorogo Winarno menegaskan, sejauh ini tidak ada temuan flu burung atau virus H5N1 di bumi reyog. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan mengenai penularan penyakit tersebut. ‘’Hasilnya nihil, tidak ada temuan kasus flu burung di Ponorogo,’’ terangnya.

Menurut Winarno, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Pasalnya, daging ayam yang dijual di pasar-pasar di Ponorogo merupakan hasil peternakan lokal. ‘’Jangan menyikapi berita flu burung dengan kekhawatiran berlebihan. Karena daging ayam yang dijual dari daerah sendiri, dan tidak ada temuan flu burung disini (Ponorogo, Red),’’ paparnya (Radar Madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: