Ditemukan PL Memberi Layanan ‘lebih’ Dinkes Ambil Sampel Darah Untuk diuji HIV/AIDS

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com, NGAWI – Rasa penasaran Bunga (nama samaran, Red) membuncah. Bersama rekan-rekannya diminta masuk ke salah satu room karaoke yang kosong. Selanjutnya, petugas gabungan menjelaskan maksud kedatangannya ke salah satu tempat karaoke di kawasan ring road, Kamis (17/3) malam. Yakni mengambil sampel darah pemandu lagu (PL) untuk diuji HIV/AIDS.

Sontak dahi Bunga berkerut. Karena merasa sehat, bersama-sama teman-temannya juga menurut diambil sampel darahnya. Jarum suntik pun mendarat di lengan kirinya. Darahnya yang masih segar masuk ke tabung kecil. ‘’Kami aman kok pak,’’ ujar Bunga.

Satu persatu PL freelance di tempat karaoke keluarga itu diambil darahnya. Sebenarnya ada 22 PL yang malam itu sedang bekerja, tapi hanya 10 yang sudi diambil darahnya.Malam itu, petugas gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Ngawi, personel Polres Ngawi dan Satpol PP sengaja mengambil sampel darah. Targetnya semua yang rawan penyebaran HIV/AIDS.

Selain tempat karaoke di kawasan ring road, petugas gabungan menyasar rumah karaoke keluarga di Jalan PB Soedirman. Di tempat itu dari 25 PL hanya 16 yang merelakan darahnya dites. Sedangkan tempat karaoke dewasa di Jalan Ronggo Warsito total 5 PL yang dites. ‘’Kami tidak memaksakan pekerja untuk ikut tes, karena memang aturannya seperti itu,’’ ujar Kasi Penanggulangan Penyakit Dinkes Ngawi Djaswadi, kemarin (18/3).



Dijelaskan, petugas sempat kesulitan mengambil darah beberapa pekerja yang gugup saat jarum suntik masuk ke pembuluh venanya. Suara teriakan beberapa PL sempat terdengar hingga ke luar ruangan. Petugas dari KPAD pun coba menenangkan perempuan yang bekerja malam hari itu agar proses pengambilan sampel darah lebih mudah. ‘’Sebenarnya tidak sakit, apalagi kalau mereka tenang,’’ ucapnya.

Kata dia, seluruh sampel darah yang dikumpulkan disimpan ke tabung antikoagulan. Petugas memberi kode khusus ke tabung tersebut sebagai tanda di sampel darah tersebut. Selanjutnya, petugas akan memeriksa sampel darah di laboratorium yang telah ditentukan. ‘’Nanti semua darah kami bawa ke laboratorium untuk diuji,’’ ungkap Djaswadi.

Dia mengatakan, agenda tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus HIV AIDS. Dia membeberkan, dalam beberapa kasus sempat ditemukan PL yang juga memberi layanan ‘lebih’ terhadap tamunya. Hal tersebut yang dikhawatirkan jadi sumber penyebaran virus HIV di kalangan pekerja malam. Untuk para PL yang diketahui terinfeksi virus akan diberikan pendampingan oleh Dinkes dan KPAD Ngawi. Namun, hal tersebut tidak membuat pemandu untuk diberhentikan dari pekerjaannya. ‘’Kami tidak minta pengidap diberhentikan, hanya saja diberikan pendampingan secara penuh supaya tidak menyebar,’’ ujarnya.

Dia mengatakan pemeriksaan darah tersebut tak hanya dilakukan di tempat karaoke saja. Dinkes juga akan melakukan pemeriksaan ke beberapa lokasi rentan penyebaran HIV/AIDS termasuk warung remang-remang. Dinkes menargetkan seluruh pekerja yang masuk kategori rentan penyebaran bisa diperiksa sepanjang 2016. Pasalnya, penyebaran virus mematikan tersebut masih terbilang tinggi di Ngawi. ‘’Sekitar Kota Ngawi masih paling tinggi untuk penyebarannya,’’ beber Djaswadi.

Berdasarkan data yang tercatat di Dinkes Ngawi, total temuan pengidap HIV/AIDS sejak 2002-2016 sebanyak 283. Sedangkan, pengidap yang bertahan hidup sampai saat ini 176 orang. Untuk tahun ini, jumlah pengidap HIV/AIDS yang ditemukan sebanyak 29 orang 6 di antaranya meninggal. Pada Januari 2016 pengidap bertambah 16 orang, Februari (8), dan Maret (5). ‘’Dua persen di antaranya ibu dan anak,’’ pungkasnya.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: