Kalapas Ponorogo Bantah Dokter Tertangkap Edarkan Narkoba Adalah Pegawainya

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com, Ponorogo - Santernya pemberitaan tentang penangkapan seorang dokter Lapas Ponorogo berinisial H di sebuah mall di Surabaya karena mengedarkan narkoba, membuat gerah Kalapas Ponorogo, Hendro Susilo.

Kalapas sempat terkejut saat sejumlah awak media mencoba menghubunginya untuk mengonfirmasi terkait pemberitaan tersebut. “Tadi setelah apel pagi, tiba-tiba salah satu staff menunjukan tentang berita tersebut, kemudian ada temen-temen media yang menelepon tentang kebenaran berita tersebut, saya sempat terkejut,” ucap Kalapas Ponorogo Hendro Susilo kepada sejumlah awak media.

Tentang dokter dengan inisial H yang ditengkap BNN di sebuah mall Surabaya tersebut, Hendro mengaku tidak tahu menahu, bahkan dengan tegas dia menyatakan jika tidak ada seorang dokter yang bertugas di Lapas Ponorogo.

“Maaf, saya malah tidak tahu menahu tentang dokter yang ditangkap BNN tersebut. Saya tekankan, untuk Lapas Ponorogo tidak memiliki seorang dokter yang bertugas disini,” tegas Hendro.

Dijelaskannya, memang ada tenaga medis di Lapas, tapi itu hanya seorang tenaga honorer perawat.

“Disini tidak ada dokter, yang ada yaitu tenaga medis honorer, seorang perawat. Dan dia setiap hari masih aktif masuk sampai dengan hari ini. Jadi tidak benar jika dalam sejumlah media masa diberitakan ada seorang dokter Lapas Ponorogo yang ditangkap itu,” terang Hendro Susilo.

Bahkan untuk itu, Hendro berani menjamin jika tidak ada satupun pegawai Lapas yang terlibat apalagi sampai tertangkap karena tersangkut narkotika.

Disebutkanya, dari 210 penghuni Lapas Ponorogo yang masuk karena kasus narkotika yaitu hanya 19 orang. Bahkan pihaknya juga mengaku telah membentuk tim penanggulangan narkotika dengan anggota yang juga warga binaan Lapas.

Hendro berharap kepada media yang telah menyebut dan memberitakan tentang adanya seorang dokter yang tertangkap itu bertugas di Lapas Ponorogo, segera membuat revisi atau meralatnya. Diapun belum berpikir membuat langkah tegas terkait itu.

“Saya berharap kepada media tersebut segera meralatnya, saya tidak punya akses kesana,”pungkas Hendro.

Untuk diketahui, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan dokter inisial H pada 14 Maret lalu karena terlibat peredaran narkoba. H ditangkap saat melakukan transaksi di salah satu mal di Jawa Timur. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso menjelaskan, H diketahui sudah dua kali mengedarkan narkoba. Namun, baru yang kedua kalinya, H bisa tertangkap.

“Yang kedua ini gak bisa lolos karena mengedarkan di luar lapas (lembaga permasyarakatan). Bertemu seseorang di mall. Seolah-olah mengobati pasien,” ujar Budi di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (28/3/2016). @arso/lensaindonesia.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: