Kawasan Alun-alun Harus Steril, Pagi Hingga Sore Wajib Bersih PKL

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Kawasan Alun-alun Harus Steril, Pagi hingga Sore Wajib Bersih PKL
Setenpo.com, Ponorogo - Kawasan alun-alun wajib steril pedagang saat pagi. Jam berjualan pedagang kaki lima (PKL) dibatasi. Bahkan kembali mencuat wacana relokasi. Kawasan alun-alun menjadi perhatian lagi lantaran salah satu biang kerok jebloknya penilaian adipura dua tahun belakangan. ‘’Bukan dilarang, hanya lebih ditertibkan,’’ kata Kepala Dinas Indagkop dan UMKM Ponorogo Vifson Suisno.

Vifson tak menampik langkah bersih-bersih berkenaan dengan penilaian adipura Maret ini. Kawasan alun-alun wajib steril saat pagi hingga sore. Pun, durasi berjualan dibatasi. PKL baru diperbolehkan menata lapaknya mulai pukul 15.00. Mereka wajib tutup pukul 22.00. Bahkan, Vifson mewanti-wanti PKL wajib angkat kaki dari kawasan alun-alun sejam setelah tutup. Gerobak wajib dipindahkan dari alun-alun. Pihaknya bakal bertindak tegas jika gerobak masih ditinggalkan. ‘’Kami sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pedagang. Dan PKL sebenarnya sudah memahami perda tersebut,’’ tambahnya.

Selain itu, PKL yang biasa menggunakan bahu jalan wajib masuk dalam kawasan alun-alun. Diakuinya jumlah PKL yang menggunakan jalan mencapai ratusan. Data di mejanya, 258 PKL memadati alun-alun kini. Hampir separonya berjualan di jalan. Belum lagi keberadaan kereta kuda dan bencak cinta yang mempersempit jalan. Tak urung, kemacetan kerap terjadi di jam-jam padat. Vifson mengaku penertiban bukan hanya saat penilaian adipura. Namun, dia berharap PKL dapat mematuhi peraturan seterusnya. ‘’Penertiban juga berlaku PKL di jalan protokol,’’ tegasnya.

Bahkan, wacana relokasi sempat mengemuka. Tempat relokasi sudah ditentukan. Di antaranya, eks sub terminal Tambakbayan, pelataran pasar Songgolangit, hingga Jalan Suromenggolo. Namun, relokasi harus mengedepankan tiga aspek. Yakni, penjual, pembeli, serta keamanan dan kenyamanan. Vifson mengaku relokasi bakal batal jika salah satu aspek tersebut tidak terpenuhi. Relokasi harus tetap menguntungkan penjual dan memudahkan pembeli. ‘’Etika pembeli juga harus diubah. Kebiasaan masyarakat yang enggan turun dari kendaraan saat belanja membuat PKL enggan berpindah dari lokasi berjualan di bahu jalan,’’ jelasnya.(Radar Madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: