Keroyok Security, Coro Ditangkap Polisi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com, Ponorogo - Keluar dari penjara tak membuat Dodi Mulyo Widodo alias Coro, 40, warga Perumda, Kelurahan Keniten jera. Coro kembali bikin ulah. Dia nekat ikut mengeroyok Suluri alias Bugis, 44, warga Jalan Puspowarno, Mangkujayan, Ponorogo pada Jumat (4/3) pukul 01.00. Karena ulahnya, Bugis harus menjalani perawatan intensif di RSU Darmayu dengan luka dibagian belakang kepalanya. ‘’Pelaku memukul kepala bagian belakang kepala korban dengan paving hingga mengalami luka berat,’’ ujar Kanit Reskrim Polsek Ponorogo, Ipda Yudhi Kristiawan.

Aksi kekerasan yang menimpa Bugis bermula saat Coro dalam kondisi mabuk dan marah-marah pada sekumpulan anak muda yang melintas di depan panggung utama alun-alun. Saat itu Bugis yang bekerja sebagai salah satu security pusat perbelanjaan mendatangi lokasi. Lantas Bugis menanyakan alasan terjadinya keributan. Bugis berupaya mengamankan Coro tapi berontak. ‘’Korban mencoba melerai pelaku, ternyata malah cekcok dan terjadi perkelahian. Sejumlah teman pelaku mencoba mengejar korban dan memukulinya. Coro mengambil Paving dan memukul kepala bagian belakang Bugis,’’ papar Yudhi.


Melihat korbannya terluka dan berdarah, Coro meninggalkan lokasi bersama teman-temannya. Tidak berapa lama melintas warga menolong korban dan membawanya ke RSU Darmayu. Hasil diagnosa tim medis, terdapat luka robek dan mengeluarkan darah pada kepala sebelah kiri dan belakang. ‘’Korban muntah-muntah, dugaannya gegar otak,’’ terangnya.

Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Ponorogo. Dua jam setelah menerima laporan pengeroyokan, polisi berhasil membekuk Coro di rumahnya. ‘’Coro sebelumnya juga pernah terlibat kasus narkoba,’’tambahnya.

Polisi menjerat Coro dengan pasal 170 KHUP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Polisi memperkirakan lebih dari sepuluh orang yang terlibat dalam pengeroyokan itu. (aan/irwRadar Ponorogo)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: