Penggiat Anti Korupsi Datangi Kejari Ponorogo, Pertanyakan Kelanjutan Kasus Korupsi DAK

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Penggiat Anti Korupsi Datangi Kejari Ponorogo, Pertanyakan Kelanjutan Kasus Korupsi DAK

Setenpo.com, Ponorogo - Beberapa anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Ponorogo Jawa Timur yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Keadilan (MPK), mendatangi kantor Kejaksaan Negeri setempat, Rabu 16 Maret 2016.

Kedatangan mereka ke kantor Korp Adhyaksa ini, untuk menuntut penuntasan kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012-2013 yang masih menyisakan satu orang tersangka. Yakni mantan wakil bupati Ponorogo, Yuni Widyaningsih.

Koordinator MPK, Diono Suwito, mengatakan, kehadiran mereka ke kejaksaan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap hal-hal janggal yang mereka rasakan dalam penanganan kasus korupsi DAK di Dinas Pendidikan Ponorogo yang dananya mencapai Rp.8,1 miliar. Kejangganalan tersebut di antaranya adalah belum dilimpahkankan ke pengadilan Tipikor mantan Wabup Ponorogo, Yuni Widyaningsih, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak lama. Apalagi delapan pelaku lain sudah menjalani sidang dan sudah divonis.

Termasuk mantan Plt Sekda Yusuf Pribadi yang sudah divonis selama 16 bulan penjara dan denda Rp.303 juta subsider 1 tahun penjara dan kewajiban mengembalikan uang negara sebesar Rp.1,195 miliar dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara.

“Banyak yang janggal. Sudah sekian lama kok belum ditahan apalagi disidang. Yang lainnya sudah menjalami vonis yang satu itu, aktris intelektualnya masih saja bebas,” kata Diono Suwito, kepada wartawan.

MPK juga mempertanyakan kinerja seluruh jaksa di Kejari Ponorogo terkait banyaknya ‘hutang kasus korupsi’ yang jadi tanggungan Kejari Ponorogo. Mulai dari kasus DAK, kasus korupsi di bagian humas dan protokoler Setkab Ponorogo dan kasus korupsi pengadaan dan penyaluran bibit tanaman di Bidang Kehutanan, Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo.

“Kalau Kajari, Bapak Sucipto, tidak bisa dan tidak becus menangani kasus ini, lebih baik mundur saja. Biar diganti sama yang berani, yang tegas,” tambah Muhammad Yani, koordinator LSM Angkatan 45 Ponorogo.

Menurut Yani, penanganan kasus dengan tersangka mantan wabup Ponorogo Yuni Widyaningsih telah menyita perhatian masyarakat. Dari banyak aspirasi yang diserapnya, ia menyebut warga sudah semakin curiga dengan adanya suap menyuap antara Kajari Ponorogo dengan Yuni Widyaningsih.

“Warga sudah semakin curiga, mereka berburuk sangka terus. Banyak yang mengira, Mbak Ida sudah dijadikan ATM oleh pihak Kejari Ponorogo. Ini menciderai rasa keadilan masyarakat. Sudah sangat lama, hampir dua tahun kok tidak ditahan, apalagi disidang. Ada apa ini,” papar Yani.

Sayangnya, saat para penggiat anti korupsi ini datang, Kepala Kejaksaan Negeri Sucipto, Kasi Pidsus Happy Al Habibi dan Kasi Intelijen Agus Kurniawan, sedang berada di Surabaya untuk menghadiri rapat di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Praktis, tak ada satupun pejabat terkait yang bisa menemui para ketua LSM ini. Kasi Pidum Rully Happyandra dan Kasi Datun Deddy Oktavianto, juga sedang menghadiri sidang di Pengadilan Negeri. Mereka hanya ditemui Jaksa Fungsional, Irawan Djati Mustiko. Irawan hanya berjanji akan menyampaikan aspirasi MPK kepada pimpinannya.

Reporter: Dibyo
Editor: Among
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: