Perbaikan Terminal Seloaji Tak Kunjung Rampung

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com, BABADAN – Penumpang yang transit di terminal Seloaji bakal disuguhi debu proyek lebih lama. Pasalnya, pembangunan proyek terminal tipe A tersebut diprediksi bakal molor hingga tahun depan. Permasalahan klasik minimnya anggaran menjadi penyebabnya. ‘’Saat ini kami tengah mengupayakan mendapat tambahan anggaran dari APBNP mendatang. Tujuannya agar (perbaikan) dapat selesai tahun ini,’’ kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Ponorogo Winarko.

Pihaknya berharap mendapat kucuran Rp 3,6 miliar dalam APBN Perubahan mendatang. Sebab, kucuran dana Rp 5 miliar tahun ini dirasa belum cukup. Winarko mengaku besaran anggaran Rp 5 miliar itu hanya mampu menjangkau perbaikan landasan dan drainase. Padahal, agar terminal dapat beroperasi masih dibutuhkan perbaikan di sana-sini. Beberapa fasilitas di dalamnya juga belum tersentuh. ‘’Anggaran Rp 5 miliar dipastikan cair tahun ini. Saat ini masih dalam proses lelang di pusat. Tapi itu saja saya pastikan tidak cukup,’’ terangnya.

Winarko menambahkan, proyek dipastikan kembali molor jika usulan dana tambahan tersebut gagal. Sebab, tambahan anggaran baru dapat dicairkan tahun depan. Itu berarti perbaikan terminal melebihi target waktu dua tahun. Keadaan semakin sulit lantaran segala urusan anggaran dikelola pusat. Pihaknya hanya menerima dalam bentuk jadi. Winarko mengaku peluang dana tambahan masih fifty-fifty. Pihaknya sudah melakukan presentasi di Jakarta terkait kondisi terminal saat ini. Termasuk kendala kekurangan anggaran tersebut. Namun, keputusan tetap pada pusat. ‘’Saya yakin karena tahun ini hanya Ponorogo yang mendapat anggaran. Sedang proyek di daerah lain semuanya distop,’’ ungkapnya.

Widodo menargetkan akhir tahun ini proyek terminal selesai jika mendapat kucuran dana tambahan. Dia berharap terminal sudah dapat beroperasi total awal 2017 mendatang. Pihaknya, meminta rekanan fokus pada landasan pacu bus di sisi utara saat ini. Pasalnya, landasan dirasa kurang luas. Tak urung, armada bus kesulitan menaikkan maupun menurunkan penumpang. Sedang, pembangunan drainase diminta sistem tertutup menghindari disalahgunakan sebagai tempat sampah. ‘’Harapannya bisa selesai tahun ini,’’ katanya. (Radar Madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: