SMS Center , Ipong Banjir Keluhan Masyarakat

Sponsored Ad

Sponsored Ad


Setenpo.com , Ponorogo – Warga Ponorogo tampaknya sudah lama menantikan saluran aspirasi langsung kepada kepala daerahnya. Buktinya, SMS center yang digagas Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dibanjiri pesan dari masyarakat. Hari pertama setelah diluncurkan, setidaknya ada 449 pesan yang masuk ke nomor khusus 085259333444. Beragam masalah yang dikeluhkan warga. Mulai kondisi jalan yang rusak hingga kebutuhan lain. ‘’Menariknya, ada SMS internasional yang juga masuk ke SMS center. Mereka ini warga Ponorogo yang tinggal dan bekerja di Hongkong,’’ terang Kepala Bappeda Ponorogo Soemarno.

SMS dari luar negeri itu isinya permintaan pembangunan tower pemancar di daerah Tumpak Pelem, Sawoo. Pasalnya, sinyal di wilayah tersebut sering blank dan menyulitkan mereka yang ada di luar negeri menghubungi keluarganya. ‘’Ada juga SMS dari anak-anak yang minta dibuatkan taman bermain,’’ tambahnya.

Dari keseluruhan SMS yang masuk, paling banyak pesan tentang keluhan kerusakan jalan yang menyebar di 21 kecamatan. SMS yang masuk itu akan segera diresponspemkab. Bappeda telah berkoordinasi dengan DPU untuk melakukan perbaikan insfrastruktur prioritas. ‘’Sesuai instruksi bupati, saya langsung berkoordinasi dengan DPU. Saat ini sudah ada beberapa titik jalan yang ditambal DPU,’’ tuturnya.

Tidak hanya untuk membangun komunikasi dengan warga lewat SMS center, Pemkab Ponorogo juga membuka grup Whatapps (WA) yang beranggotakan kepala desa. Para kades ini juga ikut melaporkan jalan mana saja yang rusak. Tapi, laporannya tidak hanya tertulis melainkan harus melampirkan foto. ‘’Grup yang buat Bappeda dan DPU, laporan dari kades konkret karena disertai foto. Dan itu ditindaklanjuti jalan mana yang diprioritaskan perbaikan,’’ terang bupati Ipong Muchlissoni.

Ipong mengakui begitu banyak pesan singkat yang masuk ke SMS center. Misalnya, SMS yang mengeluhkan sulit mendapatkan mendapatkan pengantar cerai, ada juga anak muda yang minta dibuatkan arena olahraga. ‘’Ada masalah pribadi, sampai kerusakan infrastruktur. Pesan yang masuk kami pilah penanganannya. Misalnya untuk surat pengantar cerai itu kami telepon kadesnya mengapa sulit. Begitu juga untuk jalan rusak, akan direspons,’’ terangnya. (aan/irw/radar madiun)

Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: