Beredar Kunci Jawaban UNBK Palsu di Kalangan Siswa SMK Ponorogo

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com, Ponorogo - Beredarnya kunci jawaban Unas berbasis komputer (UNBK) di kalangan siswa SMK ditanggapi dingin Dinas Pendidikan Ponorogo. Kabid Dikdasmen Dinas Pendidikan Ponorogo Purwo mengaku belum menerima laporan rinci soal itu. Sebab, kunci jawaban yang terindikasi palsu tersebut tidak cukup menarik perhatian peserta Unas. Buktinya, kendati peserta mengetahui adanya kunci jawaban, hanya segelintir yang menjajalnya. Selain itu, beredarnya kunci jawaban tidak menjadi perbincangan hangat di kalangan bawah. ‘’Kalau ada permasalahan seperti ini, biasanya sudah ramai diperbincangkan. Buktinya tidak. Berarti anak-anak tidak terlalu peduli,’’ kata Purwo, kemarin (7/4).

Selain itu, pihaknya juga tidak mendengar kabar beredarnya kunci jawaban itu saat rapat dengan sejumlah kepala sekolah. Padahal, usai berakhirnya Unas paper based test (PBT) dia menggelar rapat dengan sekolah-sekolah. Purwo menambahkan, kurang berminatnya peserta menggunakan kunci jawaban tersebut lantaran terindikasi palsu. Kabar yang diterimanya, peserta yang membeli kunci jawaban seharga Rp 2 ribu itu kecewa. Pasalnya, jawaban kebanyakan tidak sesuai alias ngawur. ‘’Anak-anak sekarang ini pintar-pintar dan percaya diri. Kalau ada yang mencoba, itu lebih karena penasaran saja,’’ terangnya.

Purwo mengimbau peserta Unas tidak perlu risau jika mendapat tawaran kunci jawaban. Bukan hanya peserta Unas berbasis komputer tingkat SMA/SMK yang bakal berakhir Selasa pekan depan. Tapi, juga peserta Unas tingkat SMP. Pasalnya, beredar kabar oknum tidak bertanggungjawab tersebut sudah mengincar pelajar SMP. Modusnya serupa. Menawarkan langsung kepada siswa kunci jawaban dalam bentuk lembar kertas. Harganya juga Rp 2 ribu. Purwo mengaku sudah mengantisipasi agar kepala sekolah memberi imbauan kepada anak didiknya. ‘’Kalau kedapatan berbuat curang malah tidak bisa lulus karena melanggar salah satu kriteria penilaian. Yaitu, berkelakuan baik,’’ tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Ubahil Islam menyesalkan kejadian tersebut. Padahal, pihaknya mengaku sudah mengimbau penyelenggara Unas agar mengantisipasi kemungkinan praktik curang sedini mungkin. Beredarnya kunci jawaban tersebut dinilainya sebuah kecolongan bagi dinas pendidikan. Apalagi sudah ada sejumlah siswa yang membeli. Indikasi bakal adanya oknum yang memanfaatkan momen Unas harusnya sudah terdengar sedari awal. ‘’Pihak dinas pendidikan seharusnya bertindak. Ini sudah masuk unsur penipuan dan bisa dipidanakan,’’ ujarnya

Ubahil mengaku tak heran jika oknum tersebut berganti menyasar peserta Unas dari tingkat SMP. Sebab, secara psikologis bakal mudah dipengaruhi karena usianya lebih muda. Selain itu, hasil Unas SMP cukup menentukan untuk masuk ke jenjang sekolah berikutnya. Ubahil khawatir praktik kecurangan lain bakal muncul saat Unas SMP 9 Mei mendatang. Dia berharap dinas pendidikan segera mengambil langkah antisipasi. ‘’Pihak sekolah harus aktif berkomunikasi dengan siswanya. Agar permasalahan pribadi siswa segera diketahui. Bukan malah meminta siswa mundur begitu masalah dinilai merugikan pihak sekolah,’’ ungkapnya sembari menyebut kasus peserta Unas yang terpaksa mengikuti ujian ulang lantaran mendekam di rutan salah satu contohnya.

Terpisah Kasat Intel Polres Ponorogo AKP Maryono mengaku belum mendapat laporan terkait beredarnya kunci jawaban tersebut. Sebab, pengawasan polisi saat ini hanya sebatas pengamanan akses jalan siswa menuju sekolah dan tidak melekat hingga ke dalam pelaksanaan ujian. Tapi, pihaknya tetap akan mencari tahu. ‘’Unsur pidananya (penipuan) sudah jelas. Selain itu juga meresahkan. Akan kami cari tahu,’’ ujarnya.

Seperti diberitakan, kekhawatiran beredarnya kunci jawaban palsu alias tidak bisa dipertanggungjawabkan dan cenderung menyesatkan siswa, ada benarnya. Beredar di kalangan terbatas, kertas berisi kunci jawaban Unas berbasis komputer untuk SMK. Dalam selembar kertas tersebut, tertera kunci jawaban untuk tiga mata pelajaran yakni matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Tapi, kunci jawaban itu dipastikan palsu. (agi/irw/radar madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: