Gunung Masjid, Pemandangan Alam nan Aduhai

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com, BALONG – Wow. Itulah kesan pertama begitu sampai di puncak Gunung Masjid di Desa Desa Pandak, Kecamatan Balong. Hawa sejuk dan semilir angin sore kemarin (3/4) menambah klop suasana untuk menikmati pemandangan alam nan menakjubkan. Dari puncak gunung, terlihat kawasan permukiman Ponorogo.

Dan, untuk mencapai puncak bukit itu, tidaklah sulit. Hanya butuh waktu sekitar satu setengah jam dari pusat kota Ponorogo. Lokasi Gunung Masjid juga berada tidak jauh dari Gunung Beruk, bukit yang notabene sudah lebih dahulu dikenal.

Menuju Gunung Masjid, sepeda motor harus diparkir di Desa Pandak. Sudah ada tempat khusus penitipan kendaraan yang dikelola Karang Taruna desa setempat. Ketua Karang Taruna Desa Pandak, Sarianto mengungkapkan, dari titik parkir menuju puncak gunung membutuhkan waktu sekitar satu jam. ‘’Jaraknya sekitar 800 meter, menanjak, tapi kanan kirinya pemandangan hijau nan eksotis,’’ tuturnya.

Selama perjalanan ada juga spot khusus untuk beristirahat. Mulai gubuk hingga gardu pandang. Titik itu disediakan khusus bagi pengunjung untuk menikmati pemandangan alam nan indah. Di sepanjang perjalanan mendaki, pemandangan dataran Ponorogo terhampar luas.

Pun tempat sampah sudah disediakan. Menurut Sarianto, berbagai fasilitas tersebut sengaja dipasang. Untuk menikmati suasana alam yang aduhai itu, hanya membayar parkir Rp 3.000. ‘’Uang parkir tersebut ya untuk sarana dan prasarana,’’ tambahnya.


Tiba di puncak Gunung Masjid, lelah tuntas terbayar. Hamparan rumput nan hijau di batuan mirip kubah masjid, bersanding kompak dengan warna langit biru. Jauh di bawah, dataran permukiman penduduk Ponorogo luas terhampar. Menurut Sarianto, banyak pengunjung yang memilih mendaki di malam hari atau Subuh. Mereka mencari momen matahari terbit. Ditambahkan, wisata Gunung Masjid baru benar-benar mulai dikenal sejak awal tahun ini. Sementara, Kepala Disbudparpora Ponorogo Sapto Djatmiko mengatakan, pihaknya memfasilitasi desa dalam mengembangkan potensi wisata. Di antaranya pembentukan dasar hukum bagi desa untuk dapat mengembangkan potensi. ‘’Ya untuk dasar mereka bergerak. Kami juga membantu dana, tapi sifatnya insentif,’’ tuturnya.

Menurutnya, wisata di Desa Pandak hanya salah satu dari sekian banyak desa yang berupaya mengembangkan potensi wisatanya. Setidaknya ada 70 desa telah mengajukan ke Disbudparpora untuk difasilitasi. (mg4/irwradar madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: