Mengaku Utusan Bos Jamu Terkemuka, Gondol Mobil CRV Warga Pakunden

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com, PONOROGO - Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Ponorogo Sapto Jadmiko Kelurahan Pakunden, Ponorogo menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Giri Sembodo(50), asal Kabupaten Jember mengaku sebagai salah seorang dari utusan pemilik produsen jamu terkemuka di Jawa yang ngontrak di sekitar rumah korban. Pelaku berhasil membawa kabur mobil Honda CRV dan uang Rp35juta milik korban.

Peristiwa tersebut bermula ketika pekan lalu Giri Sembodo yang menjadi tetangga korban, meminjam uang sebanyak Rp35 juta dengan alasan untuk biaya pengurusan pengukuran ulang dan pemetaan tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ponorogo. Setelah itu pelaku meminjam mobil Honda CRV milik korban dengan dalih untuk mengambil uang senilai Rp3 miliar di Bank BCA Madiun sekaligus untuk melunasi hutangnya kepada korban.

Namun setelah ditunggu, mobil korban tak kunjung kembali, korban langsung melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan pengejaran dan akhirnya pelaku tertangkap di Kota Garut Jawa Barat.

"Setelah mendapatkan mobil dan uang tunai, pelaku berpindah ke Kota Garut, Jawa Barat. Pelaku bahkan meninggalkan anak dan istrinya yang berada di Ponorogo".Demikian dikatakan AKBP Ricky Purnama, Kapolres Ponorogo.

Ricky menambahkan selain korban PNS itu, ada empat korban lain yang telah melapor ditipu oleh Giri Sembodo ini. Dia menduga jumlah korban tidak hanya lima orang, tetapi lebih. “Mungkin ada yang malu kalau melaporkan ke polisi karena jumlah uangnya kecil,” jelas dia.

Polisi menduga pelaku tak beraksi seorang diri, kemungkinan hasil penyelidikan nantinya bisa mengungkap pelaku anggota jaringan penipuan lainya. Hal itu karena pelaku juga melakukan penipuan di berbagai tempat seperti Majalengka, Jawa Barat.

“Kalau melihat barang buktinya, pelaku telah melakukan aksi penipuan berulang kali dan di berbagai tempat. Ini mobil yang jadi barang bukti juga berpelat dari Majalengka. Kami pun akan berkoordinasi dengan polisi Majalengka mengenai kasus ini,” jelas dia.

Giri Sembodo kepada wartawan mengatakan tidak berniat menjual mobil hasil penipuan. Sedangkan uang tunai dari korban digunakan untuk konsumsi dan kebutuhan sehari-hari. “Barang-barang itu belum ada yang dijual, saya ingin menguasai barang itu saja,” kata dia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: