Rumah dan Pagar Eks Lokalisasi Kedungbanteng Mulai Dibongkar

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com, SUKOREJO – Pagar yang mengelilingi eks lokalisasi Kedungbanteng, Sukorejo sudah mulai dibongkar warga sejak Rabu (30/3). Hingga kemarin, pagar yang sudah dibongkar sekitar 50 meter dari total panjang sekira 300 meter. ‘’Itu warga sendiri yang membongkar pagarnya. Setiap hari dilakukan,’’ ujar Suparni, salah seorang warga.

Dia juga sejak kemarin mulai membongkar rumah miliknya yang terletak di dalam kompleks tersebut. Genting sudah diturunkan, bagian atap juga mulai diturunkan. Tapi, barang-barang miliknya masih berada di rumah. ‘’Rencananya akan dibawa pulang lagi ke Tulungagung,’’ tambahnya.

Pengakuan Suparni, dia sudah 20 puluh tahun lebih tinggal di lokasi itu. Rasa kecewa menghinggapinya dengan keputusan pemerintah membongkar eks lokalisasi Kedungbanteng. Meski demikian, dia mengaku tidak bisa berbuat banyak. ‘’Sudah puluhan tahun tinggal disini, lalu seolah diusir. Tapi ya mau bagaimana lagi. Ya sudah, saya memilih pulang,’’ jelas Suparni.

Kepala Desa Kedungbanteng Sunaryo membenarkan sudah dimulainya pembongkaran. Menurutnya, perkembangan pembongkaran sudah mencapai 25 persen. Yang telah dibongkar adalah sebagian pagar di sisi utara dan timur. ‘’Terserah warga mau memulai pembongkaran dari mana. Yang jelas sudah ada tenggat waktunya,’’ tegasnya.


Sunaryo menuturkan, deadline pembongkaran eks lokalisasi adalah 11 April mendatang. Setelah tanggal tersebut, warga setempat sudah tidak memiliki hak lagi untuk tinggal di eks lokalisasi Kedungbanteng. Perihal pembongkaran, tidak diwajibkan untuk meratakan dengan tanah. Yang jelas, hanya angkat kaki. ‘’Kalaupun warga membongkar dan membawa pulang kayu-kayu rumahnya, itu hak mereka. Dirobohkan rata atau dibiarkan tetap berdiri, tidak masalah,’’ paparnya.

Mengenai proses pembongkaran, Sunaryo mengaku pihaknya selalu mengawal proses tersebut. Dia mengatakan, setiap hari perwakilan dari desa selalu mengecek ke lokasi. Diakuinya, meski ada sikap menggerutu, warga pada dasarnya menerima keputusan pembongkaran. ‘’Ya wajar lah, itu bagian respons sebuah kebijakan. Yang jelas lahan Kedungbanteng itu kan milik negara dan kebetulan diwacanakan untuk fasilitas umum warga desa. Namun kepastiannya seperti apa masih menunggu,’’ ungkapnya.(mg4/irw/radar madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: