Sepekan Ini Dua TKI Ponorogo Meregang Nyawa

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Setenpo.com,Ponorogo - Kabar duka datang dari negeri seberang. Dua pahlawan devisa dari bumi reyog meregang nyawa di luar negeri dalam sepekan. Seorang tenaga kerja wanita (TKW) meninggal di Hongkong, yakni Lamitun, 46, warga Desa Mojopitu, Slahung. Dan, seorang lagi TKI yang bekerja di Malaysia, Haryono, 35, warga Desa Sidorejo, Sukorejo.

Kabid Perlindungan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Ponorogo Suharno mengatakan, Lamitun meninggal dunia Rabu (23/3) lalu. Di Hongkong, dia bekerja sebagai asisten rumah tangga. Informasi yang diterimanya, Lamitun meninggal lantaran sakit mendadak. Suharno menyebut Lamitun diketahui sudah meninggal pagi hari saat dibangunkan rekannya sesama TKW di rumah majikannya. ‘’Temannya sesama TKW pagi membangunkan Lamitun. Tapi kok tidak segera bangun, ternyata sudah meninggal,’’ tuturnya.

Mengenai kepastian penyebab meninggalnya TKW yang sudah delapan tahun bekerja di Hongkong itu, Suharno masih belum mengetahui. Sebab masih dalam proses penyelidikan. Dalam berkas Lamitun di mejanya, tidak ada riwayat memiliki penyakit. ‘’Saat ini masih divisum di salah satu rumah sakit di Hongkong,’’ tambahnya.

Menurut Suharno, jenazah Lamitun baru dapat dipulangkan kemungkinan pada tanggal 6 atau 7 April mendatang. Sebab, proses visum di Hongkong memakan waktu cukup lama. Pun, selesai divisum masih harus mengurus administrasi pemulangan jenazah. Itu, melibatkan PJTKI dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI).

Di sisi lain, ada kendala dalam pemulangan Lamitun. Pasalnya, dia diketahui memiliki alamat ganda. Suami Lamitun bertempat tinggal di Desa Mojopitu, sedangkan alamat kedua orang tuanya di Desa Janti. Lamitun tercatat berangkat ke Hongkong dari rumah suaminya di Mojopitu. ‘’Jika sesuai catatan perjalanannya, seharusnya dipulangkan ke Mojopitu. Namun, kami juga tidak masalah jika keluarga menghendaki untuk dipulangkan ke Janti,’’ ujarnya.



Selain Lamitun, kabar duka juga datang dari Malaysia. Seorang TKI yang meninggal dunia adalah Haryono. Dia bekerja di peternakan. Saat berangkat menjadi TKI pada 2012, Haryono baru saja menikah. Bertahun-tahun meninggalkan istrinya, dia meninggal Sabtu (26/3) malam. Haryono juga diduga karena sakit. ‘’Untuk jenazah Haryono belum bisa dipastikan kapan dipulangkan,’’ ujarnya.

Suharno menjelaskan, selama tiga bulan ini, sudah ada enam TKI meninggal dunia. Sementara, selama 2015 ada 13 TKI yang meninggal di luar negeri. ‘’Jumlah ini sampai Maret sudah mendekati setengahnya dibandingkan 2015. Kami berharap semoga ini yang terakhir,’’ tuturnya. (mg4/irw/radar madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: