Cekik Bayi 1 Tahun hingga Tewas, TKI di Singapura Dihukum

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Cekik Bayi 1 Tahun hingga Tewas, TKI di Singapura Dihukum
Seputar BMI - Seorang tenaga kerja asal Indonesia (TKI) didakwa mencekik seorang balita berusia satu tahun hingga mati. Maryani Usman Utar(30) diduga mencekik putri majikannya.

Bocah malang bernama Richelle Teo Yan Jia ditemukan tak sadarkan diri oleh ayahnya pada Minggu, 8 Mei 2016 pagi di apartemen majikan di Block 225 Jalan Simei 4. Terdapat luka memar di leher dan kepalanya, serta bibirnya membiru.

Richelle sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong pada pukul 10.00.

Berdasarkan media lokal China Lianhe Wanbao, saat Richelle ditemukan Maryani sedang tak berada di rumah karena libur. Dikabarkan, ART Indonesia tersebut meninggalkan rumah sejak pukul 08.00.

Polisi menahan Maryani di Marina Bay sehari setelah kejadian itu. Ia kemudian dibawa ke rumah tempat ia bekerja oleh pihak penyidik pada Senin, 9 Mei 2016.

Diyakini, Maryani telah bekerja untuk keluarga tersebut lebih dari satu tahun dan ini merupakan pekerjaan pertamanya di Singapura.

Maryani dikenakan hukuman karena melakukan tindakan yang dapat menyebabkan kematian, namun tak berniat untuk membunuh.

Dikutip dari Straits Times, Selasa (10/5/2016), berdasarkan dokumen tuntutan, Maryani diduga telah mencekik leher Richelle hingga bocah malang itu berhenti menangis.

Wanita berusia 30 tahun tersebut diduga melakukan tindak kekerasan antara pukul 02.00 hingga 7.36 pada hari Minggu, di Blok 225, Simei Street 4, Singapura.

Jika terbukti melakukan tindakan tersebut, ia menghadapi hukuman maksimum 10 tahun penjara dan dikenakan denda.

Maryani berdiri tanpa ekspresi ketika penerjemah Indonesia membaca hukuman untuknya.

Hakim distrik, Christopher Goh, mengabulkan permintaan jaksa polisi untuk menahan Maryani selama seminggu dengan izin dibawa keluar untuk keperluan penyelidikan.

Kabarnya Richelle baru melangsungkan ulang tahun pertamanya, lima hari sebelum kejadian yang merenggut nyawanya itu.

Didit Parlambang, Counsellor,  Fungsi  Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia di Kedutaan Besar RI Singapura yang menangani kasus Maryani menyatakan pihak KBRI telah mengirimkan pengacara untuk mengeksplorasi kasus tersebut.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: