Rute Baru Jalan Soekarno-Hatta Sekarang Menjadi Searah

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Mulai kemarin (16/5), Jalan Soekarno-Hatta steril kendaraan dari selatan alias diberlakukan satu arah. Jalan sepanjang sekitar 600 meter hingga perempatan Pasar Songgolangit direkayasa menjadi jalan satu arah, dari utara menuju selatan. Rekayasa dimulai hari ini hingga tiga bulan ke depan. Jika dinilai efektif mengurai kepadatan kendaraan, bukan tidak mungkin Jalan Soekarno-Hatta bakal permanen menjadi satu arah.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Ponorogo, Junaedi menjelaskan Jalan Soekarno-Hatta selama ini dipandang sebagai titik jenuh lalu lintas. Kepadatan kendaraan yang melalui jalan tersebut dinilai sudah begitu tinggi. Berdasarkan data, dalam sehari di jalan itu setidaknya ada 11.000 kendaraan melintas. Dan kebanyakan dari arah utara. ‘’Berkaca dari padatnya kendaraan yang melintas, perlu rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Ponorogo.

Secara teknis, rekayasa lalu lintas satu arah dimulai dengan membongkar pagar pembatas atau separator di tengah Jalan Soekarno-Hatta yang selama ini terpasang. Tugu pertigaan Ngepos di antara Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Gajah Mada juga diperkecil dan digeser. Ke depan, dishub juga bakal memasang traffic light di pertigaan Ngepos. ‘’Tapi bertahap. Tiga bulan ke depan masih akan dievaluasi dulu,’’ ujarnya.

Selain itu, dampak rekayasa lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta juga bakal berimbas ke Jalan Bhayangkara. Jalan yang semula satu arah khusus roda empat dari utara ke selatan, ikut direkayasa. Kendaraan roda empat hanya boleh melalui jalan tersebut dari arah selatan menuju utara. Menurut Junaedi, itu dilakukan untuk mengurangi beban pengalihan lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta. Peraturan itu juga khusus untuk roda empat. ‘’Sepeda motor tetap diperbolehkan dua jalur di Jalan Bhayangkara,’’ tambahnya.

Junaedi mengaku pihaknya sudah mengkaji secara terori perihal kebijakan rekayasa lalin tersebut. Menurutnya, lebar dan panjang jalan tidak seimbang dengan kepadatan kendaraan yang melintas. Pun, berbagai aspek seperti ekonomi dan sosial secara bertahap selalu diperhitungkan. ‘’Intinya, ini kan kebijakan pelayanan masyarakat umum. Jadi sudah seharusnya dilakukan dan masyarakat menerima. Yang jelas kami akan terus melakukan evaluasi,’’ paparnya.

Selain kedua jalan tersebut, dipertimbangkan penataan Jalan dr Soetomo. Kepadatan di jalan tersebut mulai meningkat. Terutama, di jam-jam pulang kerja dan sekolah. Selain itu, juga karena parkir liar di tepi jalan tersebut. ‘’Penataan dilakukan bertahap. Setelah dampak rekayasa di Jalan Soekarno-Hatta terlihat, baru mengatasi kepadatan di Jalan dr Soetomo,’’ tuturnya.

Terpisah, Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Andi Yudha Pranata Siboro mengatakan rekayasa lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta juga salah satu langkah persiapan Lebaran Juli mendatang. Sebab, ada potensi masalah lalu lintas karena kendaraan tidak seimbang dengan jalan. Parkir di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta juga bakal ditertibkan. Marka lurus juga bakal diubah putus-putus. Mengenai tugu pertigaan Ngepos, Siboro sepakat digeser lebih selatan. Tapi, mengecilkan tugu terlebih dahulu dilakukan karena anggaran dinas pekerjaan umum terbatas. Jika sukses, diharapkan Jalan Soekarno-Hatta menjadi percontohan penataan jalan yang lain. ‘’Jalan Soekarno-Hatta itu crowded pada waktu tertentu, sehingga perlu konsentrasi. Dengan satu arah itu diharapkan bisa mengurangi potensi kemacetan,’’ jelasnya.(mg4/irw)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: