Ternyata Ini Sebab TKI Asal Madiun Meninggal di Hong Kong

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN - Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Liana, 35 tahun, tenaga kerja Indonesia asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dipastikan meninggal dunia di Hong Kong. Pihak keluarga meyakininya setelah mengecek jenazah perempuan ini di rumah sakit.

“Adik saya, Yulia, yang juga bekerja di Hong Kong melihatnya langsung,” kata Sandy Nur Saikodi, 40 tahun, suami Liana, saat ditemui di kediamannya di Dusun Bulu, Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Rabu, 11 Mei 2016.

Yulia melakukan pengecekan setelah menerima informasi tentang kematian Liana dari keluarga di Madiun. Kabar duka itu awalnya diketahui Sandy setelah menghubungi telepon seluler Liana pada Selasa siang, 3 Mei 2016.

Namun ponsel istrinya itu diangkat oleh seorang laki–laki yang mengaku sebagai polisi Hong Kong. Polisi itu menanyakan identitas Sandy. “Saya menjawab bahwa saya suami Liana. Setelah itu saya minta tolong kepada Yulia untuk mencari tahu kebenarannya,” ucapnya kepada Tempo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak keluarga, Sandy melanjutkan, kematian Liana diketahui Senin pagi. Saat itu jenazah perempuan yang bekerja sebagai perawat orang jompo itu ditemukan oleh majikannya di dalam kamar tidur. Lantas dia dibawa ke rumah sakit. Masalah tersebut saat ini ditangani kepolisian setempat.

Pihak kepolisian, kata Sandy, juga meminta tim medis melakukan visum terhadap tubuh Liana. Sayangnya, hingga kini keluarga belum mengetahui hasil pemeriksaan tentang penyebab kematian ibu beranak satu tersebut. Sebab, hasil visum akan diikutsertakan saat pengiriman jenazah ke rumah duka, Jumat, 13 Mei 2016.

Sandy menduga penyebab kematian Liana akibat sakit mendadak di bagian perut. Beberapa hari sebelum meninggal, TKI ini memberi tahu suaminya tentang check up medis yang dia jalani selama dua hari di rumah sakit.

“Dia mengeluh sakit perut bagian kiri dan oleh majikannya diperiksakan ke dokter,” ujarnya sembari menyatakan selama ini intens melakukan komunikasi dengan istrinya melalui beberapa aplikasi pada ponsel.

Tukiran, 60 tahun, mertua Liana, menambahkan, kematian TKI ini sudah banyak diketahui warga Desa Bantengan. Sebagian di antara mereka melakukan tirakatan setiap malam di rumah duka setelah mendengar kabar duka tersebut sepekan ini. “Kalau untuk tahlilan akan dilakukan setelah jenazah dimakamkan,” tuturnya.

Liana bekerja di Hong Kong selama beberapa tahun terakhir. Setiap dua tahun sekali atau setelah memperbarui kontrak kerja, dia pulang ke Madiun. Sesuai rencana, Juli tahun ini Liana akan kembali pulang kampung
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: