Begini Kronologi Buronnya JN Hingga Meninggal di Ponorogo saat Berobat dari Polda Jabar

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Jainudin (26) meninggal di ditempat saudaranya sebelum menjlani pengobatan di Desa Tugurejo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur akbat luka tembak, Sabtu (30/7/2016). Jainudin sendiri, merupakan buronan Polres Indramayu atas kasus pencurian dengan kekerasan (Curas).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, menuturkan, tersangka melakukan aksinya pada Rabu (27/7/2016) sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, anggota Polres Indramayu Bripka Wastika dan Brigadir Ade Susanto yang hendak kembali ke Mako Polsek Krengkeng melihat adanya dua orang yang tengah membawa sepeda motor Vario di Jalan Raya Krangkeng. Salah satunya diketahui merupakan Jainudin .

"Setelah melewati kedua orang tersebut, anggota melihat ada anak sekolah di pinggir jalan berteriak meminta tolong dan menyebut telah dibegal sambil menunjuk ke arah dua orang tersebut," ujar Yusri kepada Tribun melalui pesan singkatnya.

Mendapati hal tersebut, Petugas pun kemudian melakukan pengejaran terhadap kedua orang tersebut. Tau dikejar oleh Polisi, dua orang itu pun lantas melarikan diri.

"Terduga pelaku melarikan diri dan masuk ke arah Desa Srengseng, setelah terjadi kejar-kejaran, anggota memerintahkan kedua orang tersebut untuk berhenti sambil memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali," katanya.

Meskipun sudah diberi peringatan tembakan ke udara sebanyak tiga kali, para pelaku, lanjut Yusri, masih tetap melarikan diri. Bahkan, seorang pelaku Jainudin masih mendorong sepeda motor hasil curiannya.

"Petugas kemudian memberikan tembakan ke empat yang diarahkan ke kaki terduga pelaku yang masih membawa motor hasil curiannya," katanya.

Tembakan itu, lanjut Yusri, membuat pelaku menjatuhkan motornya. Bukannya menyerah, pelaku malah mengeluarkan sebilah golok dan mengancam petugas yang mengejar.

"Seketika, ada warga menggunakan sepeda motor melintas diadang pelaku dan pelaku mengambil sepeda motor secara paksa dengan ancaman sebilah golok," katanya.

Saat hendak melarikan diri, petugas pun kembali memberikan tembakan yang diarahkan pelaku. Namun, pelaku tidak menyerah dan tetap melarikan diri ke desanya di Desa Srengseng.

"Lantaran pelaku berteriak maling kepada anggota. Wargapun keluar dan kedua polisi mundur karena situasi tidak memungkinkan. Untuk mengantisipasi hal buruk pertimbangan anggota tidak melanjutkan pengejaran," katanya.

Selanjutnya, Wastika dan Ade kembali ke tempat pelaku meninggalkan sepeda motor honda Vario dan mengamankannya beserta barang bukti berupa sebilah golok. Polisi mencari terduga pencuri ke sejumlah puskesmas dan RS, tapi tidak menemukan terduga pencuri. Sebab, diketahui pelaku mengalami luka tembak dan perlu berobat. Sampai akhirnya ada informasi, ada informasi dari Polres Ponorogo, Polda Jatim, bahwa ada seorang pendatang yang meninggal di Ponorogo akibat luka tembak dan diduga pendatang itu pelaku curas dari wilayah hukum Polres Indramayu," katanya.

"Kami selanjudnya koordinasi dengan Polres Ponorogo Polda Jatim terkait kejadian ini," tutup Yusri.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: