Mobil Dinas Pemkab Ponorogo Dipereteli Tangan Jahil

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KOTA – Belum laku lelang, sejumlah mobil aset pemkab terancam mengalami penyusutan nilai. Bagaimana tidak, kondisi empat mobil yang kini terparkir di samping gedung KORPRI kian merana. Benar-benar tidak terawat. Kondisi semakin memprihatinkan lantaran sejumlah aksesori mobil hilang. ‘’Tidak banyak yang tahu. Karena kalau dilihat mobil baik-baik saja. Ternyata interior dalamnya banyak yang rusak dan hilang,’’ kata Kasubag Humas Pemkab Ponorogo Setyo Budiono, kemarin (29/7).

Kondisi mobil Toyota Camry, Daihatsu Astra AE 316 SP dan AE 320 SP, dan Suzuki Carry AE 413 SP cukup memprihatinkan begitu dilihat lebih dekat. Sejumlah aksesori hilang. Mulai jok hingga onderdil mesin. Dugaan telah dicuri menguat. Sebab, salah satu kaca pintu Suzuki Camry telah pecah. Pun, pecahan terlihat masih baru. Bagian interior mobil sudah tidak laik. Sejumlah joknya hilang. Penutup mesin juga tiada. Bagian mesin sudah porak poranda. Ada beberapa yang hilang. Bahkan, setir mobil juga sudah tidak ada. ‘’Kemungkinan hanya diambil bagian yang dibutuhkan atau yang memiliki nilai jual. Beberapa bagian yang masih orisinil tentu mahal jika dijual,’’ ujarnya.

Budi menambahkan, pihaknya mengaku baru mengetahui kondisi itu, kemarin. Padahal, lokasi mobil hanya selemparan batu dari kantornya. Kecurigaannya mengemuka setelah melihat pecahan kaca pintu mobil. Setelah diperiksa, kondisi mobil cukup memprihatinkan. Hanya Toyota Camry yang terlihat masih utuh. Sebab, pintu masih terkunci. Namun, kondisinya kotor. Sedang, tiga lainnya dalam kondisi tidak utuh lagi. Budi menambahkan, jika benar telah dicuri, kemungkinan dilakukan kala malam hari. ‘’Kawasan pemkab selalu dijaga. Bahkan saat malam. Namanya pencuri pasti lebih lihai,’’ ujarnya.

Terpisah, Kepala DPPKAD Ponorogo Bambang Tri Wahono mengaku baru mendengar informasi tersebut. Pihaknya tidak menyangka hal itu bakal terjadi. Bambang menilai kawasan pemkab cukup aman. Selain dijaga, kawasan pemkab cukup ramai. Pihaknya mengaku bakal segera memeriksa kondisi yang dilaporkan tersebut. Dia menambahkan, keempat mobil tersebut sejatinya masuk dalam daftar penghapusan aset pemkab. Yakni, segera masuk daftar lelang kembali. Proses lelang bakal diikutkan dengan sejumlah aset lain. Namun, dokumen yang dibutuhkan belum lengkap. ‘’Lelang yang pertama memang belum laku karena dinilai terlalu mahal. Sudah kami masukkan dalam daftar lagi. Ternyata malah seperti itu kondisinya,’’ ujarnya sembari menyebut bakal mempercepat proses lelang. (agi/irw)

Sumber : Radar Madiun
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: