Aniaya Guru, Orang Tua dan Siswa Resmi Jadi Tersangka, Siswa Terancam Dikeluarkan dari Sekolah

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAKASAR - Kepala Sekolah SMKN 2, Chaidir Madja mengatakan, siswanya berinisial MAS yang telah mengeroyok guru Dasrul (52) terancam dikeluarkan dari sekolah. Tindakan itu diambil karena MAS telah diyakini telah terlibat perbuatan pidana.

Chaidir yang ditemui di tengah ratusan siswanya sebelum beranjak ke Polsek Tamalate untuk berunjuk rasa mengatakan, sikap siswanya yang memukul guru itu sangat tidak pantas. Beberapa orangtua siswa lainnya juga mengamini pernyataan Kepala Sekolah dan meminta agar pelaku dikeluarkan.

Menurut Chaidir, selama di sekolah, track record MAS kurang baik, saat mendapatkan kenaikan kelas sebagai bentuk percobaan.

Salah seorang siwa, Andi Muhammad Galib (15), siswa kelas 2 SMKN 2, bahkan menyebut MAS sebagai siswa bermasalah. Pelaku suka bolos dan pernah kedapatan merokok, padahal tindakan itu tidak diperkenankan di sekolah.

Saat ini ratusan siswa mulai bergeser menuju Polsek Tamalate. Ada yang berjalan kaki dan konvoi motor. Rencananya, sebelum tiba di Polsek Tamalate, mereka terlebih dahulu singgah di RS Bhayangkara untuk menjenguk Guri Dasrul yang kemarin cidera bagian hidung setelah kena bogem dari siswa MAS dan ayahnya, Adnan Achmad.

Lebih lanjut hari ini Siswa berinisial MAS (15) bersama ayahnya Adnan Achmad (43) resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan penganiayaan terhadap guru SMKN 2, Drs Dasrul (52). Penetapan tersangka dikeluarkan Polsek Tamalate, Makassar.

"Kita sudah tetapkan sebagai tersangka ayah dan anak ini. Kita kenakan pasal pengeroyokan yakni pasal 170 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara," kata Kapolsek Tamalate, Kompol Azis Yunus di depan para guru dari SMKN 2 dan unsur PGRI Sulsel yang dipimpin ketuanya, Prof Wasir Thalib.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kata Azis, kedua ayah dan anak itu ditahan di Mapolsek Tamalate untuk menjalani proses hukum. Adapun Dasrul, setelah pengambilan keterangan, Rabu (9/8) kemarin, kini berada di RS Bhayangkara untuk perawatan, karena setelah dikeroyok membuat sistem pernapasan guru ini terganggu.

Kompol Azis juga mengatakan, setelah jadi tersangka, Adnan Achmad ayah dari siswa MAS ini masukkan laporan balik yang mengatakan anaknya dipukul oleh sang guru awal dirinya lakukan pengeroyokan.

Laporan kedua pihak kini diproses bersamaan. Tetapi untuk laporan dari tersangka terhadap guru Dasrul masih proses awal sehingga belum ada tersangka.

Saat ini, di Mapolsek Tamalate, ratusan guru dan siswa SMKN 2 menggelar unjuk rasa untuk memberikan dukungan terhadap guru Dasrul yang telah jadi korban pengeroyokan.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: