Curi Kayu Hutan 'Blandong' Warga Pulung di Tangkap Aparat

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PULUNG - Polisi Hutan Mobile (Polhutmob) Kuasa Pemangku Hutan (KPH) Madium bekerjasama dengan petugas Polsek Pulung, Kabupaten Ponorogo membekuk blandong (penjarah hutan).
Dalam penggerebekan ini puluhan batang kayu jati diduga hasil jarahan dari hutan di wilayah KPH Madiun di Pulung, Ponorogo disita sebagai barang bukti.
Tersangka blandong yaitu Bambang Wiyono (38) warga Dukuh Jurugan, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, KabupatenPonorogo.
Informasi yang dihimpun Surya.co.id menyebutkan, terungkapnya penimbunan kayu jati yang sudah setengah jadi (batangan) di rumah blandong Bambang Waluyo yang diduga hasil jarahan dari hutan wilayah Pulung, Ponorogo, datang dari warga masyarakat di sekitar tempat tinggal blandong.
Dari info awal itu Polhutmob lalu berkoordinasi dengan Polsek Pulung untuk melakukan pemeriksaan dan peneledahan di rumah Bambang Wiyono.
"Info awalnya hanya, di rumah Bambang Wiyono menyimpan banyak batang kayu jati, yang diduga tanpa dilengkapi dokumen yang sah hasil hutan,"kata Komandan Regu Polhutmob KPH Madiun, Jati Hariyanto, Selasa (9/8/2016).
Dari situ, tambah Jati Haryanto, Polhutmob kemudian menghubungi Polsek Pulung untuk membentuk tim mendatangi rumah Bambang Waluyo yang sekaligus dijadikan gudang penyimpanan kayu jati batangan tanpa dokumen itu.
"Tim Patroli sekitar, seusai Mahgrib sekitar pukul sekitar pukul 19.00 WIB melakukan penggerebekan dan penggeledahan di rumah pelaku, tim gabungan menemukan puluhan batang kayu jati setengah jadi berbagai ukuran," jelas Jati Haryanto.
Dia menambahkan setelah ditemukan puluhan batang kayu jati tanpa dilengkapi surat sah dari Perhutani, tersangka Bambang Waluyo mengakui kayu jati yang sudah di bentuk batangan itu dicuri dari hutan wilayah RPH Centong, wilayah Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.
"Tersangka ini pandai mengelabui petugas, dia menyimpan kayu jati yang dijarah dari hutan RPH Centong itu dengan kayu jati milik sendiri yang ditebang dari kebunnya. Kami tidak menyerah dan melakukan cros cek dikebun tersangka, kemudian kami cocokan, tim gabungan menemukan kayu jati milik Perhutani KPH Madiun itu," kata Jati Haryanto.
Saat pemeriksaan dan pengeledahan itu, lanjut Jati Haryanto, selain diawasi dari personel Polsek Pulung, Polhutmob juga mengajak Mantri Centong, dan Mantri Gunung thukul.
Dirumah terrsangka itu petugas berhasil mengamankan ratusan batang kayu jati yang sudah diolah dengan berbagai bentuk dan ukuran.
"Perhutani masih menginventarisir kerugian akibat penjarahan yang dilakukan tersangka ini dan tim gabungan mengamankan 153 batang kayu jati berbagai bentuk dan ukuran,"ujar Jati Haryanto.
Menurut Jati Haryanto, saat ini tersangka blandong diamankan di Polsek Pulung untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri.
"Pelaku kami jerat dengan UU RI Nomer 18 tahun 2013, pasal 82 ayat 1 huruf b dan c yakni, tentang penebangan pohon di kawasan hutan tanpa memiliki izin dengan ancaman pidana lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta,"pungkas dia.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: