Gara gara Uang Rp 100 Ribu, Tega Membunuh Mantan Istrinya yang Sedang Hamil

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN - Teganya Heri Purwanto, warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun membunuh Iin Triariana Dewi, mantan istrinya yang sedang hamil lima bulan, hanya gara gara uang Rp 100 ribu.

"Motif pelaku hingga tega melakukan pembunuhan terhadap mantan istrinya yang sedang hamil lima bulan itu karena sakit hati, karena uang Rp 100 ribu yang diminta dari pelaku tidak diberikan kepada anaknya (anak pelaku dan korban), tapi malah dibuat main dengan teman dekat mantan istrinya,"kata KapolresMadiun AKBP Sumaryono didampingi Kasat Reskrim AKP Gatut Setyabudi kepada Surya, Selasa (23/8/2016).

Lantaran itu, lanjut AKP Gatut Setyabudi, selain membunuh mantan istrinya, pelaku juga menganiaya Sumarno warga Dusun Sambung RT02/ RW03, Desa Jajang, Kecamatan Jilen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang dicurigai pelaku sebagai teman dekat mantan istrinya, sehingga Sumarno mengalami luka cukup parah di bagian kepala, telinga kiri dan punggung sebelah kanan.

"Pelaku ini lebih dahulu melakukan penganiayaan kepada Sumarno. Karena pelaku menganggap Sumarno sudah tewas, pelaku ganti menghampiri Iin Triariana Dewi yang menunggu di simpang tiga Cungkling, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun,"jelas AKP Gatut Setyabudi.
Dikatakan Kasat Reskrim Gatut, pelaku setelah menemui korban Iin Triariana Dewi di simpang Cungkling, kemudian mengajak korban masuk ke hutan jati masuk wilayah petak 85a Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun.

"Sesampai di tengah hutan jati itu, pelaku memukul dan mencekik korban hingga meninggal, dan mayatnya dibuang dibawah jembatan di tengah hutan jati, ditutupi jaket korban dan daun kering,"ujar AKP Gatut kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sebenarnya, tambah AKP Gatut, sebelum Iin Triariana Dewi dihabisi, sempat berteriak teriak minta tolong, dan itu didengar sejumlah mantri hutan.

Saat asal suara itu dicari, sejumlah aparat jagawana Perhutani tidak menemukan apa-apa.
"Baru keesokan harinya, melihat sosok mayat berjenis kelamin perempuan tergeletak dibawah jembatan ditengah hutan yang masuk wilayah pengawasannya. Kemudia karyawan Perhutani ini melapor Polisi,"katanya.

Dikatakan AKP Gatut, sebelum karyawan perhutani menemukan mayat yang belakangan diketahui identitasnya Iin Triariana Dewi, warga Desa Buduran RT08/RW03, Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun, Sumarno teman dekat korban meninggal sudah melapor ke Polisi Sektor Gemarang, Resor Madiun.

"Makanya tidak butuh waktu lama, tersangka Heri Purwanto berhasil kami tangkap ketika akan menumpang bus jurusan Ponorogo,"kata AKP Gatut Setyabudi, seraya mengatakan tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP sub pasal 338 sub pasal 351 KUHP, tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Polisi selain mengamankan pelaku juga sejumlah barang bukti berupa sabit, sepeda motor sport warna putih, motor bebek, tas ransel hitam, celana jean warna biru, kaos oblong warna abu abu, sepasang sandal, tiga buah handphone, baku lengan panjang motif kotak kotak dan jaket terdapat bercak darah, serta pakaian yang dipakai korban.

"Selain dijerat pasal pembunuhan berencana, tersangka juga dikenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara lima tahun mengakibatkan luka berat dan dipenjara selama tujuh tahun bila mengakibatkan matinya orang,"tandas AKP Gatut Setyabudi.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: