Gula Aren Produksi Kakek Sirin Asal Ngebel , Dipercaya Mampu Sembuhkan Penyakit Diabetes

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NGEBEL - Usia nampaknya tak membuat Sirin (70) duduk manis dan menimang cucu. Kakek tua renta asal desa Pupus kecamatan Ngebel, Ponorogo itu terus bekerja memanjat pohon aren yang tingginya bisa mencapai 10 meter lebih demi mendapatkan cairan aren untuk diolah menjadi gula.

Dibantu Sutari Dewi (35), sang anak, memproses nira secara tradisional menjadi gula merah. Dalam sehari, mampu berproduksi hanya 35 biji gula aren. “Perbiji itu berisi 2 lempeng gula aren, dijual dengan harga 3000 rupiah,”kata Sutari saat ditemui, Rabu (24/8/2016).

Ia mengaku, jika usaha membuat gula aren ini sudah turun temurun sejak sang kakek puluhan tahun silam. Bahan baku, hanya mengandalkan tanaman aren yang ada dihutan sekitar lereng gunung Wilis yang masuk wilayah Ponorogo. “Bapak yang ambil nira dihutan. Dapatnya hanya cukup untuk 35 biji. Semua diproduksi dengan cara tradisional,”lanjut Sutari.

Untuk penjualan, kata Sutari, lebih banyak pesanan dari tetangga sekitar. Namun terkadang gula nira yang katanya bisa meringankan penyakit diabetes ini dijual dipasar. “Tiap hari buat gula, dalam waktu sehari akan habis terjual,”terangnya.

Dari pantauan Suara Kumandang, setelah mendapatkan nira, langsung dimasak menggunakan kayu bakar. Setelah mengental dan berubah warna kecoklatan, dimasukkan dalam cetakan yang terbuat dari besi. Setelah dingin, gula aren yang berbentuk setengah lingkaran itu dibungkus daun pisang dan siap dijual.Dya.


 
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: