Ipong Minta Duit Rp 105 M untuk Renovasi Stadion

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KOTA – Kedatangan Menpora Imam Nahrawi ke Ponorogo disambut pemandangan tidak mengenakkan, yakni buruknya kondisi stadion Batoro Katong. Markas Laskar Suromenggolo tersebut memprihatinkan. Nyaris semua fasilitas di dalamnya tak laik. Sebagian malah membahayakan. Seperti tribun selatan yang belum lama dibangun, posisinya kelewat tinggi, nyaris dua meter. Kondisi kian berbahaya lantaran tribun tanpa pagar. Bupati Ipong Muchlissoni menyebut butuh dana Rp 105 miliar untuk merehab total stadion kebanggaan masyarakat Ponorogo itu. ‘’DED (Detail Engineering Design)-nya sudah ada. Setidaknya butuh Rp 105 miliar. Kami sedang mengupayakan itu,’’ kata Ipong, kemarin (25/8).

Ipong menyebut stadion dibangun tahun 1973. Ironisnya, baru sekali direhab. Namun diakuinya rehab tak banyak memberi perubahan. Rehab yang menelan anggaran Rp 4,2 miliar di 2013 silam itu hanya menghasilkan tribun selatan dan perbaikan rumput stadion. Pun, belum maksimal. Tribun dinilainya kelewat tinggi. Parahnya, belum ada tangga dan pagar tepi. Tak urung kondisi itu cukup berbahaya bagi penonton. Belum lagi masalah toilet, rumput dan pagar melingkar. Ipong mengaku stadion butuh rehab total. ‘’Kebutuhan untuk stadion cukup banyak. Tidak mungkin dibebankan sepenuhnya pada APBD. Makanya kami upayakan melalui Pak Menteri (Menpora Imam Nahrawi, Red),’’ paparnya.

Ipong ogah dinilai hanya omong kosong. Dia mengaku sengaja menghadap Menpora Imam Nahrawi sekitar dua bulan lalu. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk meminta bantuan. Menurutnya, menpora tertarik untuk datang melihat langsung stadion. Pun, hal itu terbukti, kemarin. Menpora hadir di Stadion Batoro Katong. Menteri termuda kabinet Jokowi itu sekaligus meresmikan gelaran Liga Santri Nusantara regional 1 wilayah Jatim. Ipong tak menyianyiakan kesempatan. Bupati berlatarbelakang pengusaha itu beberapa kali mengingatkan proposal perencanaan rehab stadion pada menpora. ‘’Sudah saya sampaikan kepada menpora. Dan beliau siap kok. Tapi mungkin tidak seratus persen,’’ ujarnya.

Bupati menjelaskan, menpora siap mengupayakan rehab stadion Batoro Katong dalam RAPBN Kementerian Pemuda dan Olahraga 2017 mendatang. Dia berharap anggaran rehab dapat sepenuhnya dicover APBN. Namun, pemkab siap jika diminta menyediakan dana pendamping. Besaran anggaran yang diminta Ipong yang cukup besar itu bukan tanpa alasan. Bupati menyebut rehab stadion tidak boleh tanggung, kali ini. Impiannya bertaraf internasional. ‘’Harus bertaraf internasional. Nanti akan lebih sering menjadi tuan rumah gelaran sepak bola nasional,’’ tuturnya.

Terpisah, Menpora Imam Nahrawi mengaku bakal mengupayakan permintaan bupati Ipong. Namun, bukan tanpa syarat. Imam meminta rehab stadion tetap mengedepankan lingkungan hijau. Sejumlah pohon yang tumbuh melingkar stadion diminta tetap dipertahankan. Dia melarang pohon ditebang. Sebab, stadion berkonsep natural belum banyak. Selain memberikan kesan teduh, keberadaan pohon dapat memberikan suasana lain. ‘’Secara umum stadion cukup bagus. Akan kami upayakan (bantuan anggaran, Red),’’ ujarnya. (agi/irw/radarmadiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: