Layang-Layang Masih Minim Perhatian

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KOTA – Ini bukti Ponorogo adalah daerah yang kaya budaya dan seni. Kendati kurang mendapat perhatian, layang-layang nyatanya masih eksis hingga kini. Buktinya, sejumlah pegiat mainan lawas itu cukup menghibur kala unjuk gigi. Berbagai layang-layang tampil apik di langit lapangan panahan Jalan Menur, kemarin (31/7). Sebab, bukan layang-layang biasa. Tapi, berbagai bentuk dan motif. Mulai, tokoh wayang, ikan, hingga naga. Pun, ada juga yang berbentuk rangkaian. Layang-layang semakin menarik lantaran panjangnya puluhan meter. ‘’Layang-layang sekarang sudah lebih inovatif dengan model dua dimensi, tiga dimensi hingga model train (sambung). Jadi kurang tepat kalau disebut permainan kuno,’’ kata Andry Arista Ramadona, salah seorang pegiat layang-layang.

Buktinya, baru beberapa menit diterbangkan, masyarakat cukup antusias. Mereka mulai berdatangan. Mulai yang tidak sengaja melihat, hingga yang memang berada di sekitar lapangan. Pandangan masyarakat bukan hanya saat layang-layang sudah terbang. Proses menerbangkan juga tak kalah menarik. Apalagi panjang layang-layang mencapai sekitar 30 meter. Seperti model train yang terdiri sekitar 50 ikan badut. Proses menerbangkannya cukup lama. Satu per satu diterbangkan hingga kesemuanya melayang di udara. Hal serupa juga terjadi pada layang-layang naga dengan ekor mencapai 20 meter. ‘’Jadi layang-layang bukan hanya untuk aduan. Tapi juga keindahan. Karenanya sering digelar festival,’’ ujar Andry yang layang-layang model keranya menjadi penampil terbaik di Surabaya Festival 2011 lalu.

Andry tidak sendiri. Dia tengah kedatangan tamu, kemarin. Yakni, pegiat layang-layang dari Tulungagung. Mereka sengaja datang untuk berlatih bareng. Sesama pegiat layang-layang kepedulian Andry dkk tidak perlu diragukan lagi. Mereka getol memperkenalkan layang-layang ke masyarakat. Tujuannya sama. Agar tidak dipandang sebelah mata. Sebab, kepedulian terhadap permaianan layang-layang semakin menurun. Begitu juga dengan pemerintah. Andry menyebut beberapa kali tawaran festival tidak mendapat respons bagus. Padahal, layang-layang merupakan salah satu wahana promosi yang bagus. ‘’Bentuk layang-layang dapat dikreasikan berbagai macam. Di daerah lain sudah menjadi agenda rutin untuk menarik wisatawan,’’ ungkapnya sembari menyebut pernah membuat layang-layang bertema reyog lengkap.

Pegiat layang-layang asal Tulungagung, Hadi Subani mengaku layang-layang sudah merambah seni. Bukan sekadar permainan, tapi ada unsur olahraga. Seni lantaran bentuknya yang unik dan saling berpacu membuat semenarik mungkin. Setiap daerah kerap membuat layang-layang yang mewakili kekhasan. Secara tidak langsung turut mempromosikan daerahnya kendati bermodal sendiri. Namun, nyatanya keberadaan layang-layang malah semakin memprihatinkan. ‘’Banyak yang bisa dipromosikan. Apalagi layang-layang menjadi titik perhatian kala terbang,’’ ujarnya. (agi/irw)

Sumber : Radar Madiun
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: