Pertamini Terbakar, Showroom Beserta Empat Motor Ikut Hangus

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KEBONAGUNG - Sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mini alias pertamini milik Riyanto yang berada di Dusun Jeruk, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung ludes terbakar, kemarin (8/8). Kobaran api juga menyulut ruko di sebelahnya hingga menghanguskan empat unit kendaraan sepeda motor bekas di dalamnya.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 06.30, bermula ketika Riyanto sang pemilik usaha pertamini itu hendak menyalakan saklar untuk pengisian ulang bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax sebanyak 35 liter dari jeriken ke dalam tabung penyimpanan sementara alat tersebut.

Ketika saklar sudah dalam kondisi on, tiba-tiba muncul percikan api dari accu alat pompa manual pertamini tersebut yang selanjutnya memicu terjadinya kebakaran. Riyanto yang saat itu berada persis di dekat alat pompa tersebut sempat berusaha menarik selang pompa bensin dari tabung penyimpanan sementara miliknya.

Sayang usahanya tersebut justru membuat nyala api semakin membesar hingga kemudian menyambar rumah toko (ruko) yang biasa dipakai oleh kakaknya Suryono berjualan motor bekas (mokas). Melihat api semakin menjalar ke ruko, selanjutnya Riyanto berteriak minta tolong kepada warga setempat untuk berusaha bersama memadamkan si jago merah.

Warga yang saat itu hendak berangkat beraktivitas kerja langsung ikut membantu. Begitu pula para pengendara yang kebetulan melintas di lokasi kebakaran. Mereka kemudian bahu-membahu mencari air dan pasir serta alat seadanya guna menjinakkan api. ‘’Adik saya juga sempat berusaha memadamkannya dengan alat fire stop atau pemadam kecil. Tapi tidak berhasil,’’ ujar Suryono, pemilik ruko mokas.

Tak berselang lama, nyala api makin tak terkendali karena menyulut jeriken berisi bensin yang tersimpan di dalam ruko. Dalam sekejap, api langsung menyambar empat unit kendaraan mokas, satu unit telepon genggam dan uang tunai yang berada di dalamnya. Api baru bisa dipadamkan 30 menit kemudian dengan cara menyemprotkan air yang tersimpan dalam tandon tempat pencucian sepeda motor di samping ruko tersebut. ‘’Kalau tidak ada pencucian itu, pasti rumah yang berada di belakang ruko juga sudah ikut hangus terbakar,’’ jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, Suryono mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 65 juta. Dia kemarin juga langsung menghubungi pihak PT Jaya Abadi Pertamini, perakit atau pemasaran pertamini elektrik asal Lampung yang berada di Pacitan. Dia berharap adanya itikad baik dari pihak mereka untuk memberikan asuransi. Mengingat peralatan pertamini itu baru dibeli Riyanto adiknya, sekitar empat bulan lalu dengan harga sekitar Rp 13 juta. ‘’Saat kejadian itu terjadi, saya sedang berada di rumah di Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan. Mendengar kabar tersebut, kemudian saya langsung menuju ke lokasi. Tahu-tahu apinya sudah menyala besar,’’ ungkapnya.

Mendapati adanya peristiwa kebakaran itu, jajaran Polsek Kebonagung langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). ‘’Dari hasil penyelidikan sementara dan penuturan korban, penyebab kebakaran dikarenakan korsleting alat pompa pertamini saat sedang mengisikan BBM jenis Pertamax,’’ ujar AKP Pujiyono Kapolsek Kebonagung.

Selain di Kebonagung, kebakaran juga terjadi di Dusun Mojo, Desa/Kecamatan Punung, sekitar pukul 09.00, kemarin. Kali ini menimpa dapur rumah milik Jumingan, 62, warga setempat. Kejadiannya berawal saat korban yang sedang memasak di dapur menggunakan tungku api, kemudian ditinggal beristirahat di ruang tengah. Namun tanpa disangka, nyala api dari tungku yang dipakai untuk memasak tersebut membesar. Hingga kemudian menjalar ke dinding dapur yang hanya terbuat dari anyaman bambu dan kayu. Api baru berhasil dipadamkan sekitar 20 menit oleh warga dengan menggunakan alat seadanya. ‘’Tidak ada korban jiwa. Sedangkan, total kerugiannya sekitar Rp 2,5 juta,’’ kata AKP Basuki Santoso, Kapolsek Punung. (her/yup)

Sumber : www.radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: