Rembuk Soal Laka Lantas, Satlantas Polres Ponorogo Cangkrukan Bersama Komunitas Motor

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Angka kecelakaan lalu lintas pelajar di Ponorogo cukup tinggi membuat pihak Satlantas lakukan langkah jemput bola dengan mengadakan cangkrukan ke komunitas motor.

Kasat Lantas Polres Ponorogo, AKP Imam Mustolih mengatakan, sadar tidak sadar banyak anak-anak mengikuti klub-klub motor. Imam menerangkan langkah pertama mencoba cangkrukan dengan Warok Double Cabin Comunity (WDCC) .

“Jadi saya coba sambangi komunitas motor yang besar. Karena saya tahu disini banyak tokoh masyarakat.  Kita rangkul untuk mensukseskan program meniadakan Laka Lantas anak di bawah umur,” katanya kepada wartawan.

Imam mengaku sudah mengoptimalkan semua anggotanya. Mulai dari mengadakan sosialisasi sampai melakukan tindakan hukum kepada anak di bawah umur.

Karena dari data yang ada, seminggu setelah Imam menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Ponorogo, ada 14 kasus Laka Lantas yang melibatkan anak dibawah umur. Parahnya, dari kasus tesebut dua di antaranya meninggal dunia.

Imam sadar tidak mungkin sukses jika hanya anggota Sat Lantas saja diturunkan. “Semua elemen harus membantu. Termasuk rekan wartawan,” terangnya.

Pun dengan pihak pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab Ponorogo, baik Bupati maupun Dinhubkominfo Ponorogo. Imam menjelaskan sudah mencoba merangkul, menjabarkan bahwa siswa juga perlu transportasi massal.

Sementara, ketua WDDC, Totok Harnowo, menuturkan memang banyak klub-klub motor yang anggotanya di bawah umur. “Kami bertanggung jawab untuk mengingatkan,” katanya.

Totok pun mengaku akan mencoba mensosialisasikan tentang bahayanya berkendaraan untuk anak usia sekolah. “Akan saya coba saat ultah WWDC nanti akhir Agustus,” pungkasnya. (mbah/bj/tribratanewsjatim)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: