Tambang Bodong di Pacitan Nekat Beroperasi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NAWANGAN – Pengusaha tambang galian yang berlokasi di Desa Gondang, Kecamatan Nawangan terbilang nekat. Meskipun belum mengantongi izin, aktivitas penambangan di pinggir Jalan Raya Arjosari-Purwantoro tersebut terus dilakukan. Satu unit backhoe terlihat mengeruk tanah di perbukitan setinggi 15 meter tersebut. Demikian pula sejumlah truk pengangkut tanah uruk tersebut masih hilir mudik di lokasi penambangan.

Kasi Jalan UPT Bina Marga Jatim wilayah Pacitan, Budihari Santoso memastikan pengerukan tanah tersebut tak mengantongi izin. Mengingat dalam dua tahun terakhir pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi atas kegiatan penambangan di pinggir jalur provinsi tersebut. ‘’Terkait temuan tersebut, kami akan laporkan kepada pihak yang berwajib,’’ katanya, kemarin (31/7).

Dia menegaskan, sejak kejadian tebing pertambangan tanah uruk di pinggir Jalan Raya Pacitan-Ponorogo tepatnya masuk Dusun Dagen, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo longsor tahun lalu tidak lagi izin yang keluar. Bahkan pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi agar penambangan yang masih ada dihentikan. ‘’Saya memang belum tahu kalau aktivitas penambangan di lokasi tersebut kembali beroperasi. Tapi, bisa saya pastikan izinnya tidak ada,’’ jelasnya.

Anggota komisi IV DPRD Pacitan Lancur Susanto membenarkan jika aktivitas penambangan di Desa Gondang, Kecamatan Nawangan itu sudah berjalan sejak sepekan terakhir. Karena lokasinya yang berada di pinggir jalur provinsi, penambangan tersebut mengganggu lalu lintas. ‘’Kalau sudah begini, kalau mengeluarkan izin harus betul-betul dikaji. Kalau DPU Bina Marga Jatim saja tidak mengeluarkan rekomendasi, berarti aktivitasnya ilegal,’’ tutur wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Nawangan-Bandar itu.

Menurut dia, dampak penambangan juga membuat saluran air tersumbat. Sehingga ketika hujan turun, airnya meluber hingga ke jalan. Akibatnya kondisi jalan menjadi licin karena air bercampur dengan material tambang berupa tanah uruk. ‘’Hal itu sangat disayangkan masyarakat. Jalan menjadi berdebu dan ketika turun hujan jalanan menjadi licin,’’ ungkap legislator asal Partai Golkar tersebut. (her/yup)

Sumber : www.radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: