Tergoda Bisikan Setan, Paman Hamili Keponakan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NGAWI – Termakan bujuk rayu sesaat, masa depan TFA, 15, suram. Sebab pelajar asal Desa Babadan, Kecamatan Paron itu, diduga dihamili pamannya sendiri Sutrisno, 33. Perbuatan tidak senonoh itu dilakukan di rumah pelaku yang ada di Desa Sekar Putih, Kecamatan Paron pada Mei lalu.

Kasus cabul ini terungkap saat orang tua TFA menyadari ada yang berubah dari fisik anaknya. Bagian perut pelajar yang mengenyam pendidikan di sekolah swasta di Kota Madiun ini semakin membesar. Lantaran curiga, TFA pun ditanyai orang tuanya mengenai perubahan fisiknya. Hingga akhirnya TFA mengaku sedang hamil 1,5 bulan. Orang tua TFA pun terkejut, saat mengetahui jika yang menghamilinya adalah Sutrisno yang masih berstatus, paman korban. ‘’Kemudian orang tua bersama korban datang melapor kami,’’ kata Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika, kemarin (1/8).

Karena kasus melibatkan anak di bawah umur, pihaknya pun meminta bantuan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ngawi. Dari hasil keterangan yang didapatkan, siswi kelas X salah satu SMK di Kota Madiun ini mengakui jika pelaku pernah berhubungan intim dengannya. Saat itu pelaku menjemput dirinya di rumah. Kemudian diajak jalan-jalan ke pasar malam di PG Soedhono Geneng. Akan tetapi, di hadapan penyidik TFA lupa kapan waktu pastinya. ‘’Saat dijemput orang tuanya juga tahu. Tapi tidak menaruh curiga karena yang mengajak masih saudara sendiri,’’ ujarnya.

Namun, lanjut Wayan, setelah diajak jalan-jalan Sutrisno tidak langsung membawa TFA pulang ke rumah. Melainkan dibawa ke rumahnya terlebih dahulu. Di sana, pelaku mengeluarkan bujuk rayu dan janji manisnya ke TFA. Dan akhirnya TFA mau diajak berhubungan intim dengan pria lajang itu dalam kamar sekitar pukul 22.00. ‘’Berdasarkan keterangan korban dan dibuktikan dengan bukti lainnya seperti hasil pemeriksaan dokter. Kemudian kami menangkap Sut dan mengakui perbuatannya,’’ terangnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Lawu, penjahat kelamin ini sempat mewek saat dijenguk keluarganya. Terlebih ketika dibawa petugas untuk mengambil barang bukti (BB) yakni kasur, kaus dan celana dalam yang digunakan ketika menyetubuhi TFA. Sutrisno sempat memeluk erat neneknya.

Wayan menjelaskan, kasus tersebut sedang dalam proses pendalaman dari pihak PPA. Sebab, diduga ada laki-laki lain yang pernah berhubungan intim dengan TFA. Pihaknya terus berupaya mengembangkan kasus ini. ‘’Kalau pelaku akan kami jerat dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ancamannya 15 tahun penjara,’’ pungkasnya. (mg3/aan)

Sumber : www.radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: