TKW Hong Kong Asal Babadan Lupa Suami dan Kepincut Warga Tulungaggung

Sponsored Ad

Sponsored Ad

BABADAN - Hariyadi (56 tahun) adalah suami dari Siti Fatimah (45 tahun), PMI Hong Kong yang menurut pengakuan keluarga telah menyimpang dari niatan awalnya. Pasalnya, kepergian Siti Fatimah ke Hong Kong yang sampai saat ini telah terhitung selama hampir 6 tahun ini tidak pernah menjalin komunikasi dengan suaminya Hariyadi, tidak pernah pulang ke kediaman mereka di RT 05 Rw 02 Dusun Sidomulyo Desa Cekok Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo.

Keluarga Siti Fatimah

Merasa ada yang aneh dengan perubahan sikap Siti Fatimah, keluarga berinisiatif untuk mencari tahu penyebab perubahan tersebut. Didapatlah beberapa temuan mengejutkan. Siti Fatimah berdasarkan penelusuran keluarga, ternyata pernah pulang ke Indonesia, namun bukan ke desa Cekok, melainkan ke suatu desa di wilayah kabupaten Tulungagung untuk menemui seorang lelaki warga Tulungagung, menginap bersama lelaki tersebut saampai liburan cutinya habis. Temuan lainnya, Siti Fatimah mentransfer  uang dari Rekening BNI milik Siti Fatimah ke sebuah Rekening BRI atas nama Aris Purnawanto. Temuan tersebut didapat keluarga setelah Siti Fatimah memutus komunikasi dengan Hariyadi sejak beberapa tahun terakhir ini.

“Terakhir nelpon kalih kulo niku sanjang, nek aku wis waleh karo sampean pak. Kulo awale mboten paham maksude nopo” lanjut Hariyadi.

Fakta tersebut tentu bukan menjadi hal yang mudah untuk diiterima bagi Hariyadi dan Arisky Wakhid Kurniawan anak semata wayang mereka. Pada rumah tangga Hariyadi dan Siti Fatimah yang telah mereka bina selama 26 tahun, keluarga berharap tidak akan berakhir dengan perselingkuhan. Keluarga berharap, semua masih bisa diperbaiki, apalagi, pada rumah tangga yang telah dibina selama seperempat abad tersebut telah dikaruniai seorang anak laki-laki.

Sebagai suami yang selama ini merasa tidak pernah menyimpang baik dari sisi finansial maupun dari sisi kesetiaan, tentu Hariyadi merasa dikhianati. Pun demikian dengan Arisky, sebagai anak yang sejak kecil selalu ditinggal peri, tentu sangat berharap sebuah kebersamaan yang sarat dengan kasih sayang.

Berkali-kali melalui jalur komunikasi baik langsung maupun tidak langsung (melalui teman Siti Fatimah), keluarga berusaha untuk mengingatkan dan meluruskan langkah Siti Fatimah yang dinilai telah menyimpang. Namun, hasilnya, setiap saluran komunikasi yang menuju dirinya, oleh Siti Fatimah selalu ditutup. Baik akun jejaring sosial maupun sambungan telepon.

“Bukan mengumbar aib, melalui Apakabaronline, saya berharap jika saya dan anak saya gagal meluruskan istri saya, akan ada orang lain yang sudi membantu meluruskannya ”  tutur Hariyadi penuh harap.

Keluarga berharap, ditayangkannya kisah mereka di rubrik ini akan bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang yang membacanya saat bisa mengambil hikmah. Namun secara khusus, tentu keluarga berharap, Siti Fatimah membaca rubrik ini lalu kembali ke jalan yang semestinya.

Hariyadi Suami Siti Fatimah : Statusmu Masih Syah Sebagai Istriku

Bune, sudah 26 tahun kita berumah tangga, bukan waktu yang pendek lagi bukan ? Tolong pikirkan kembali langkah yang telah kamu ambil selama ini dibelakangku dengan tanpa memberitahu aku. Sebab meskipun kamu tidak memberi tahu aku, sebenarnya aku mengetahui dan selalu berusaha untuk semuanya kembali baik sebagaimana dulu saat kita mengawali rumah tangga kita.

Kenapa kamu keluar dari tujuanmu saat berpamitan padaku enam ttahun yang lalu ? Bukankah waktu itu kamu berpamitan hanya akan pergi ke Hong Konng sebentar saja untuk mencari modal buat menikahkan anak kita ? Kenapa malah laki-laki itu yang kamu kejar sekarang ? Malahan, uang hasil kerjamu juga kamu kirim ke laki-laki itu.

Orang ketiga yang kamu hadirkan di tengah rumah tangga kita, tentu bukan saja menyakiti aku sebagai suamimu. Arisky anak kita, yang selama ini sejak kecil sering kamu tinggal pergi, tentu merasa lebih sakit lagi. Terlebih kedua orang tuamu yang saat ini telah renta, tentu mereka akan sangat kecewa mengetahui semuanya, sebab aku yakin mereka tidak pernah memiliki harapan akan terjadi seperti ini padamu.

Tolong sekali lagi kamu pikirkan. Statusmu sekarang masih syah sebagai istriku. Status kependudukanmu saat ini juga masih penduduk RT 05 RW 02 Dusun Sidomulyo Desa Cekok Kecamatan Babadan. Jika kamu main belakang kemudian seluruh keluarga di kampung halaman tidak mau lagi menerimamu, bagaimana jika terjadi sesuatu padamu di situ ? Bukankah alamat keluarga di Cekok yang tetap menjadi alamat dari sesuatu yang menimpamu ?

Kembalilah ke jalan yang dulu, aku dan anakmu insyaallah masih siap menerimamu dan memperbaiki semuanya.

Arisky Wakhid Kurniawan Anak Siti Fatimah : Tolonglah Bu, Beri Aku Teladan

Bu, aku sekarang sudah besar. Sejak kecil sejak usia 8 bulan sampai sekarang, aku belum pernah merasakan hidup dekat dengan figur ibu sebagaimana teman-temanku. Malahan, diusiaku yang sekarang ini, sudah sewajarnya aku mempersiapkan diri untuk menuju ke jenjang pernikahan. Tapi kenapa ibu malah begini ? Kenapa ibu malah menghadirkan calon bapak baru ? Apa menurut ibu itu merupakan sesuatu yang bijaksana dan membahagiakan kami yang di rumah ?

Tolonglah bu, beri aku contoh tauladan berumah tangga yang bagus. Sebab usiaku sekarang sudah menjelang berumah tangga. Dan tolonglah, jadilah nenek yang bisa dibanggakan cucunya kelak.  [Asa]

Sumber : apakabaronline.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: