Bus Rombongan Seniman Reyog Kecelakaan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PUNUNG – Perjalanan wisata seniman reyog asal Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo ke Gua Gong dan Pantai Klayar berakhir pilu. Ini setelah minibus nopol AE 7166 UX yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di tanjakan Song Gupuh, persisnya masuk Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, kemarin (18/9) sekitar pukul 15.00.

Ada sekitar 20 orang yang ikut dalam rombongan bus nahas tersebut. Seluruh penumpang bus adalah warga Dusun Mojo, Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo. Mereka diketahui usai mengunjungi Gua Gong dan Pantai Klayar sebagai bentuk perayaan setelah menggelar pertunjukan seni reyog pada Sabtu (17/9) malam di Kecamatan Ngadirojo.

Awalnya para korban penumpang tidak merasakan adanya firasat bakal terjadi peristiwa nahas tersebut. Sebab, sebelum bertolak pulang ke Ngadirojo setelah dari Pantai Klayar kendaraan sempat dicek kondisinya. ‘’Mungkin karena sudah kecapekan, jadi waktu itu saya nggak mikir apa-apa,’’ ujar Risma, salah seorang penumpang minibus nahas tersebut.

Saat di tanjakan, kata Risma, para penumpang mendadak panik. Sebab, tiba-tiba minibus mundur ke belakang karena tak kuat menanjak. Hingga akhirnya bus masuk ke jurang sedalam 20 meter di pinggir jalan. Sebelum itu, bus juga sempat menabrak guardrail dan rambu-rambu penunjuk jalan. ‘’Waktu itu semua penumpang panik. Mereka berteriak ya Allah, ya Allah,’’ katanya.

Saat bus itu terbalik jatuh ke jurang para penumpang saling tindih. Risma yang saat itu duduk di bagian belakang, sempat terkena pecahan kaca bus dan kakinya terbentur kursi penumpang. ‘’Saya hanya luka di bagian paha dan tangan sebelah kiri,’’ ungkapnya.

Petugas dari Polsek Punung yang kebetulan bertugas menjaga keamanan di objek wisata Gua Gong langsung turun ke lokasi kejadian begitu ada laporan. Dibantu dengan warga setempat, petugas mengevakuasi satu per satu korban dari dalam minibus yang kondisinya sudah ringsek. Penumpang yang luka-luka dibawa ke Puskesmas Punung untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kapolsek Punung AKP Basuki Santoso menyebutkan, setidaknya ada sekitar empat korban yang mengalami luka berat karena kecelakaan tersebut. Salah satu di antaranya adalah sopir minibus itu, Sukir, 45. Sedangkan, para penumpang lainnya hanya mengalami luka ringan. ‘’Sopir diduga mengalami gegar otak, sehingga harus dirujuk ke RSUD dr Darsono,’’ ujarnya.

Dugaan sementara, penyebab kecelakaan tersebut karena minibus tersebut tak kuat menanjak ketika memasuki tanjakan Song Gupuh. Hingga akhirnya, minibus itu mundur dan masuk ke dalam jurang. ‘’Saat ini prosesnya ditangani oleh Unit Laka Lantas Polres Pacitan,’’ terangnya. (her/yup)
1 2
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: