Di Balik Makna Pembangunan Menara Masjid Jami Gontor

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MLARAK - Pondok Modern Darussalam Gontor akan mengganti menara lama Masjid Jami Darussalam Gontor. Rencananya menara baru setinggi 90 meter dan memakan dana Rp 20 miliar.

"Dananya Rp 20 miliar, tetap akan kita bangun sesuai kekuatan yang ada. Sehingga pondok ini bisa menjadi gambaran bangsa Indonesia, bisa mendidik bangsa Indonesia menjadi umat yang bersatu," ujar KH Hasan Abdullah Sahal dalam sambutan pidatonya di acara Resepsi Kesyukuran Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam di Balai Pertemuan Pondok Modern, Gontor, Ponorogo, Senin (19/9/2016).

Presiden Jokowi hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara ini. Turut bersama rombongan di antaranya Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Kiai Hasan menjelaskan kepada Presiden Jokowi, sepanjang perjalanan Pondok Modern Gontor menuju 100 tahun atau satu abad masih banyak kekurangan. Sedikit demi sedikit yang kurang pun dibenahi.

Ia mencontohkan Universitas Darussalam Gontor belum ada apa-apanya. Ke depan universitas akan melengkapinya dengan fakultas kedokteran, teknik dan pertanian.

Semua kekurangan itu, kata Kiai Hasan, harus ditanggung bagi siapa pun yang Muslim karena membina kelanjutan pondok adalah amanat.

"Pondok ini titipan kita bersama. Siapa yang mengaku dirinya Muslim bertanggungjawab dan beramanah dengan pondok ini. Maka kami serahkan kepada Bapak Presiden bagaimana caranya pengembangan pondok ini untuk 100 tahun sampai 200 tahun yang akan datang," pesan Kiai Hasan.

Usai pertemuan di Balai Pendidikan Pondok Modern, Presiden Jokowi didampingi pimpinan pondok, meresmikan pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama di bawah menara yang berdiri di samping Masjid Jami Darussalam Gontor.

Desain baru menara masjid rencananya memiliki tinggi 90 meter dengan model persegi delapan. Luas bangunan lantai dasar 11 meter x 11 meter, dengan bangunan dasar terbagi menjadi tiga lantai.

Untuk konstruksi bangunan menara masjid ini menggunakan rangkaian beton bertulang dengan finishing GRC. Sementara pondasi menara dibangun menggunakan tiang pancang dan dilengkapi dengan dua terminal atau tempat peristirahatan menuju ke atas menara.

Terminal pertama dibangun pada ketinggian 41 meter sedangkan terminal kedua dibangun pada ketinggian 74 meter. Menara ini juga akan dilengkapi dengan tangga putar beton setinggi 74 m dan lift untuk kapasitas 6 orang setinggi 74 meter. Sementara di ujung menara dibuat kubah dengan warna emas dilengkapi lambang bulan bintang.

Pembangunan menara pada masa kepemimpinan KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Syamsul Hadi Abdan diperkirakan selesai pada 2018. Masjid Jami Darussalam ini didirikan 40 tahun lalu oleh Trimurti.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: