Di Blitar Seorang Pria Ubah Pelepah Pisang Jadi Lukisan Bernilai Jual Tinggi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
BLITAR – Bagi sebagian orang, pelepah pisang masih dianggap sebagai barang tidak berguna, namun di tangan Wawan Susanto, pelepah pisang bisa menjadi lukisan bernilai seni tinggi.

Pelepah pisang yang awalnya hanya dibiarkan karena dianggap tidak memiliki nilai tersebut di sulap Wawan menjadi berbagai macam lukisan, mulai dari gambar pemandangan, hewan, kaligrafi, hingga wajah tokoh  presiden seperti Soekarno dan Gus Dur.

Wawan mengaku sudah menggeluti usaha tersebut sejak setahun lalu. Awalnya Wawan yang memang mahir melukis tersebut menemukan pelepah pisang berserakan disekitar rumahnya. Dan berfikir untuk memanfaatkannya menjadi sebuah karya seni bernilai jual tinggi.

"Awalnya saya kan memang bisa melukis, namun karena kalau cuma lukisan biasa kan sudah banyak yang bisa dan banyak sainganya, kemudian saya punya ide ini setelah melihat pelepah pisang kering yang berserakan disekitar rumah," tutur Wawan kepada BlitarTIMES, Minggu (18/9/2016).

Di rumah sekaligus galerinya yang terletak di jalan Tanjung barat 146 Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, puluhan hasil karyanya dijual mulai harga Rp. 50 ribu sampai Rp. 1 juta. Tak sedikit warga dari luar kota yang melintas didaerah tersebut mampir dan membeli lukisannya.

"Kebanyakan warga luar kota yang memang melintas, mereka mampir dan membeli. Ada yang dari Malang dan Surabaya. Karena jalan depan rumah saya  ini memang jalan Provinsi," imbuhnya.

Menurut Wawan, untuk membuat lukisan dari pelepah pisang tersebut dibutuhkan waktu sekitar sehari hingga tiga minggu.

Tergantung kerumitan dan ukuran lukisan. Untuk yang paling kecil biasanya dikerjakan hanya dalam sehari. Namun untuk lukisan besar bisa sampai tiga minggu pengerjaanya."Semua tergantung kerumitan dan ukuran," kata Wawan.

Untuk bahan bakunya sendiri selain menggunakan pelepah pisang kering, ia juga menggunakan cangkang telur sebagai ornamen. Serta media berupa triplek dan lem kayu serta vernis.

"Ada yang ditambahi ornamen menggunakan cangkang telur agar lebih menarik," ucapnya.

Sementara itu Lurah Pakunden, Siswantoro mengatakan  pihaknya sangat mendukung upaya yang dilakukan Wawan untuk memanfaatkan barang yang tidak berguna menjadi barang bernilai jual tinggi. Bahkan kelurahan juga sudah.melakukan berbagai upaya untuk mengenalkan produk tersebut ke masyarakat luas.

"Salah satunya adalah kita sosialisasikan melalui radio saat kita sedang melakukan talk show," kata Siswantoro.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Heryanto
Publisher : Abdul Hanan
Sumber : Blitar TIMES
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: