Modal Nikah Cekak, Safi’i Nekat Mencuri Uang Kotak Amal Masjid

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN – Ahmad Safi’i, warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Panekan golongan faham ati karep bondo cupet atau aka boncu. Hasrat ingin nikahnya sudah tinggi, tapi pemuda berusia 21 tahun ini tidak memiliki modal cukup. Safi’i pun memilih jalan pintas, dia nekat mencuri kotak amal di dua masjid yang ada di Magetan. Bukannya menikmati indahnya bulan madu, dia malah masuk penjara, kemarin (15/9).

Penangkapan manten anyar ini bermula dari laporan warga soal raibnya kotak amal di Masjid Al Muhajirin di Jalan Sawoo dan Masjid Al Hidayah di Desa Kalang, Kecamatan Sidorejo. Kotak amal di dua tempat ibadah ini hilang di hari yang sama, pada 2 September lalu. ‘’Awalnya petugas mendapatkan laporan pencurian kotak amal di dua masjid berbeda,’’ tutur AKP Suwadi, Kasubag Humas Polres Magetan.

Dari keterangan sejumlah saksi, aksi panjang tangan ini dilakukan oleh orang yang miliki ciri-ciri yang sama. Pelaku mengggunakan motor matik jenis Suzuki Spin. Tidak ingin kehilangan jejak, petugas pun langsung menyelidiki kasus ini. Satu nama berhasil masuk kantong petugas. Maklum saja, ciri-ciri yang disebutkan saksi mengarah pada Ahmad Safi’i, pengantin kinyis-kinyis yang baru menikah beberapa hari lalu. ‘’Akhirnya petugas melakukan penangkapan di rumah pelaku,’’ imbuhnya.

Dari pengakuan Safi’i, aksi pencurian dilakukan dengan menggunakan gunting baja. Pelaku sengaja memotong gembok di kotak amal. Namun sebelumnya, Safi’i mengawasi kondisi di lokasi untuk memastikan benar-benar sepi. ‘’Kotak amal yang tak lagi terkunci dikuras seluruhnya dan pelaku langsung kabur. Kami menduga, uang hasil pencurian ini digunakan untuk modal nikah. Sebab setelah mencuri, pelaku melangsungkan akad nikah,’’ jelasnya.

Dalam kejadian tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Diantranya dua kotak amal yang dibobol pelaku, uang tunai Rp 525 ribu hasil kejahatannya, Sepeda motor Suzuki Spin milik pelaku, gunting baja dan peralatan lainnya. Atas aksinya itu, pelaku bakal dikenai pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. ‘’Ancaman hukuman tujuh tahun penjara, ‘’ tuturnya. (odi/aan)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: