Permohonan e-KTP Naik, Data Center Kemendagri "Ngambek"

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KOTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo agaknya perlu mengganti program layanan e-KTP sehari cetak yang diluncurkan. Pencetakan KTP elektronik (KTP - el) tidak bisa langsung cetak dalam sehari, Minimal sepekan baru dapat cetak.

Molornya waktu pencetakan itu lantaran data center milik Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tak stabil lantaran membeludaknya jumlah perekaman data belakangan ini.

Peningkatan jumlah pemohon e-KTP itu lantaran Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri bakal menyisihkan data warga yang belum melakukan perekaman per 30 September mendatang. Sehingga warga berpacu memenuhi deadline tanggal itu.

‘’Jadi perekaman yang dikirim ke pusat baru dapat ditarik kembali minimal satu minggu. Jadi pencetakan baru bisa dilakukan setelah itu,’’ kata Kepala Dispendukcapil Ponorogo Endang Retno Wulandari, Selasa (6/9).

Meski begitu Retno mengaku jika hal tersebut bukan masalah. Sebab, yang terpenting sudah melakukan perekaman data. Dia berharap masyarakat tidak panik. Toh pencetakan hanya terlambat, bukan dihentikan.

Selain itu, dirinya mengungkapkan jika materi cetak sementara masih cukup. Namun, sekali lagi dirinya menegaskan jika pencetakan baru dapat dilakukan setelah data selesai kroscek dari pusat.

Retno menjelaskan jika Kroscek penting untuk mengetahui data yang bersangkutan dobel atau tidak. Data yang klir baru dapat diunduh kembali oleh dispendukcapil daerah untuk kemudian dilakukan pencetakan.  Nah, proses kroscek lebih lama lantaran banyaknya antrean data.

‘’Informasi yang kami terima, membeludaknya data di pusat mulai akhir bulan lalu. Masyarakat bisa kembali datang ke kantor satu minggu lagi untuk pencetakan,’’ terangnya.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: